Drama Pertempuran Mayangkara, Kisah Mayor Djarot dan Kudanya Sebagai Simbol Perlawanan

Sosiodrama kolosal 'Pertempuran Mayangkara' meriahkan HUT ke 74 TNI di Lapangan Makodam Surabaya, sabtu (5/10/2019).

Drama Pertempuran Mayangkara, Kisah Mayor Djarot dan Kudanya Sebagai Simbol Perlawanan
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Sosiodrama kolosal 'Pertempuran Mayangkara' meriahkan HUT ke 74 TNI di Lapangan Makodam Surabaya, sabtu (5/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sosiodrama kolosal 'Pertempuran Mayangkara' meriahkan HUT TNI ke 74 di Lapangan Makodam Surabaya, sabtu (5/10/2019).

Sekitar 750 pemain drama tumpah ruwah di Lapangan Markas kodam V/Brawijaya siang itu.

Setting pertunjukkan drama kolosal itu memang sengaja mengusung tema pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia dimedio tahun 1945-1949.

Yakni pertempuran Mayangkara yang berlokasi di kawasan Surabaya Selatan hingga ke Gresik.

(Hut TNI ke 74, Petani Tikung Lamongan Ajak TNI dan Polisi Berburu Tikus di Sawah)

Ratusan orang yang melebur dalam setting drama kolosal itu tampak mengenakan busana beragam.

Ada yang mengenakan pakaian khas masyarakat sipil yang khas di zaman itu.

Para kaum adam tampak mengenakan kaus oblong, peci hitam lusuh, dan sebuah sarung yang digantungkan di sebelah pundaknya.

Sedangkan kaum hawa, tampak mengenakan busana kebaya yang lusuh dengan perpaduan kain batik yang digulung sepinggang sebagai roknya.

Dan tak lupa, agar setting dan adegan pertempuran makin otentik, masing-masing dari mereka membawa sebilah bambu berwarna kuning yang nantinya digunakan sebagai senjata melawan pasukan musuh.

Halaman
123
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved