Kejati Jatim Beberkan Perkembangan Kasus Veronica Koman, Aspidum: Berkas Masih Belum Masuk

Aspidum Kejati Jatim, Asep Maryono menyatakan pihaknya hingga kini belum juga menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Veronica Koman.

Kejati Jatim Beberkan Perkembangan Kasus Veronica Koman, Aspidum: Berkas Masih Belum Masuk
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Aspidum Kejati Jatim, Asep Maryono 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Maryono menyatakan pihaknya hingga kini belum juga menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), atas nama Veronica Koman

“Sedangkan untuk berkas perkara yang tersangkanya berada di luar negeri (Veronica Koman, red) belum masuk,” akuinya, Sabtu, (5/10/2019). 

Veronica Koman juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim karena dianggap telah menyebarkan hoaks dan provokasi dalam kaitannya dengan Papua. 

Berkas 2 Tersangka Kasus Dugaan Kerusahan Asrama Mahasiswa Papua Masih Nandon di Polda Jatim

VIDEO Anggota DPR Menangis Ingatkan Keadaan Papua saat Sidang, Singgung soal Sandiwara Berebut Kursi

Ia pun dijerat dengan undang-undang berlapis, yakni, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008. 

Sebelumnya, Tri Susanti alias Susi dijerat pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 160 KUHP, pasal 14 ayat (1) ayat (2) dan pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Selain Susi, Polda Jatim juga telah menetapkan tersangka lain Syamsul Arifin. Dalam kasus ini, ia diduga melakukan tindak diskriminasi ras. Yang ditimpakan pada tersangka SA adalah Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45a Ayat (2) Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan / atau Pasal 14 Ayat (1) dan Pasal 15 Undang-undang No. 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 160  KUHP dan/atau Pasal 16 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Atas penetapan status tersangka tersebut, Nur Azizahtus Shoifah istrinya mengajukan permohonan praperadilan melalui Pengadilan Negeri Surabaya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved