Kisah Kakek Jombang Tinggal di Gubuk Tak Layak, Dinding Terbuat dari Seng & Sebelah Kandang Sapi

Kisah Kakek Jombang Tinggal di Gubuk Tak Layak, Dinding Terbuat dari Seng & Sebelah Kandang Sapi.

Kisah Kakek Jombang Tinggal di Gubuk Tak Layak, Dinding Terbuat dari Seng & Sebelah Kandang Sapi
SURYA/SUTONO
Kakek Ashudi usai melaksanakan ibadah salat di gubuknya, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang 

Kisah Kakek Jombang Tinggal di Gubuk Tak Layak, Dinding Terbuat dari Seng & Sebelah Kandang Sapi

TRIBUNJOMBANG.COM, JOGOROTO - Meski program bantuan untuk rumah tak layak huni (RTLH) sudah disalurkan Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tapi program ini belum mencapai target yang diharapkan.

Setidaknya, di Kabupaten Jombang, masih ada rumah jauh di bawah layak huni, berupa gubuk sangat memprihatinkan. Gubuk itu ditinggali Ashudi, di Desa/Kecamatam Jogoroto Jombang.

Polisi Tangkap Pembunuh Penjual Kopi di Jombang, Motifnya Karena Wanita, Kini Terancam Hukuman Mati

Gegara Cemburu Cinta Segitiga, Pria Jombang Bunuh Korban Hingga Tewas di Jalan, Ditembak Saat Kabur

Berkas Korupsi KUR Bank Jatim Cabang Jombang Segera Rampung

Kakek berusia 59 ini sehari-hari tinggal di sebuah gubuk berukuran 1,5 meter kali 2,5 meter. Sudah begitu, gubuk itu tanpa dilengkapi pintu dan numpang di atas tanah milik orang lain.

Gubuk Ashudi ini terlihat memprihatinkan. Dindingnya terbuat dari seng dan lembaran plastik bekas spanduk reklame.

Gubuk ini juga menempel pada tembok belakang rumah orang lain. Di dalam gubuk hanya ada satu dipan terbuat dari bambu, serta beberapa potong pakaian kusam.

Yang lebih memprihatinkan, gubuk Ashudi ini berhadapan langsung dengan kandang dua ekor sapi yang dirawatnya. Jaraknya hanya sekitar empat meter saja dari gubuk yang ditanggali Ashudi.

Ashudi menmgaku tak punya tanah, karena tanah warisan orang tua habis terjual, dan ada yang ditempati saudara Ashudi.

"Saya enggan merepotkan saudara atau kerabat. Saya pilih tinggal di gubuk ini," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (5/10/2019).

Ashudi mengaku sudah belasan tahun tinggal di gubuk ini. Kakek berstatus lajang ini tak memiliki pekerjaan tetap.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved