Pemkab Nganjuk Persiapkan Anggaran Pendamping Untuk Pembangunan Waduk dan Bendungan Margopatut

Pemkab Nganjuk mulai mempersiapkan usulan pembangunan bendungan dan waduk di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan ke Kementerian Pekerjaan Umum

Pemkab Nganjuk Persiapkan Anggaran Pendamping Untuk Pembangunan Waduk dan Bendungan Margopatut
SURYA.CO.ID/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk mulai mempersiapkan usulan pembangunan bendungan dan waduk di Desa Margopatut Kecamatan Sawahan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Besar Sumber Daya Air (SDA).

Selain itu, Pemkab Nganjuk juga telah mempersiapkan alokasi awal anggaran dalam RAPBD 2020 untuk membangun sejumlah fasilitas pendukung dari pembangunan bendungan dan waduk tersebut.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, persiapan alokasi anggaran pembangunan waduk dan bendungan Margopatut dilakukan setelah adanya kajian tekstur dan struktur tanah yang dilakukan tim ahli Pemkab Nganjuk. Dengan demikian lokasi untuk pembangunan waduk dan bendungan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Untuk itulah, kami bisa mengalokasikan anggaran persiapan pembangunan waduk dan bendungan di Margopatut itu dalam RAPBD 2020 mendatang," kata Mahaen Djumadi kepada Tribunjatim.com, Minggu (6/10/2019).

Dijelaskan Kang Marhaen, panggilan Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi, waduk dan bendungan yang akan dibangun di Margopatut dipastikan akan memiliki ketinggian sekitar 85 meter. Ini dimungkinkan dengan melihat lokasi yang berada diantara bukit yang cukup tinggi di Desa Margopatut.

Dengan demikian, ungkap Kang Marhaen, selain berfungsi untuk waduk penampung air nantinya bendungan Margopatut juga difungsikan sebagai pembangkit tenaga listrik (PLTA) dan obyek wisata.

"Jadi itulah beberapa manfaat utama dari waduk dan bendungan Margopatut nantinya," ucap Kang Marhaen kepada Tribunjatim.com.

Memang, diakui Kang Marhaen, pembangunan waduk dan bendungan Margopatut menyusul dari pembangunan waduk dan bendungan Semantok di wilayah Kecamatan Rejoso. Dimana bendungan Semantok di wilayah utara Kabupaten Nganjuk yang dibiayai oleh APBN mencapai sekitar Rp 1,9 triliun, maka untuk waduk dan bendungan Margopatut diperkirakan akan menyerap APBN hingga Rp 1,8 triliun.

"Anggaran waduk dan bendungan Margopatut cukup besar dikarenakan adanya fungsi lain sebagai PLTA," tandas Kang Marhaen.

Sebelumnya Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pembangunan waduk dan bendungan di Desa Margopatut dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah selatan Kabupaten Nganjuk.

Setidaknya kebutuhan air untuk persawahan di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Sawahan, Kecamatan Berbek, dan Kecamatan Ngetos bisa dicukupi oleh air waduk dan bendungan di Margopatut.

Disamping itu, menurut Mas Novi panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, waduk dan bendungan Margopatut juga untuk menanggulangi terjadinya musibah banjir yang sering terjadi saat musim penghujan di wilayah kaki pegunungan Wilis tersebut.

"Jadi waduk dan bendungan Margopatut mempunyai manfaat besar mengantisipasi terjadinya banjir, sekaligus untuk pembangkit listrik tenaga air dan usaha sektor pertanian sertia wisata," tutur Mas Novi. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved