Pemkab Trenggalek Donasi Untuk Wamena, Warga yang Ingin Pulang Terus Bertambah

Pemkab Trenggalek membuka donasi untuk warga Trenggalek yang ada di Wamena, Papua.

Pemkab Trenggalek Donasi Untuk Wamena, Warga yang Ingin Pulang Terus Bertambah
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PENGUNGSI KERUSUHAN WAMENA - Polwan menghibur anak pengungsi kerusuhan Wamena usai turun dari pesawat Hercules TNI AU yang membawanya di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (3/10/2019). Sebanyak 107 pengungsi kerusuhan Wamena dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Medan tiba di Malang untuk dikembalikan ke daerah asal. 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek membuka donasi untuk warga Trenggalek yang ada di Wamena, Papua.

Donasi dibuka lewat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek mulai Minggu (6/10/2019).
Baznas menargetkan total donasi senilai Rp 100 juta. Donasi akan berjalan sampai sekitar 10 hari.

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Trenggalek Rahmat Purwanto mengatakan, bantuan itu nanti akan didistribusikan oleh tim gabungan pemerintah daerah, dinas sosial, dan Baznas.

“Bantuan dari donasi untuk kira-kira kebutuhan apa yang dibutuhkan bagi yang tinggal di sana dan juga bagi mereka yang ingin pulang,” kata Rahmat.

Apabila donasi yang terhimpun tak sesuai target, pihaknya akan mengatgur sesuai dengan kebutuhan yang lebih prioritas.
Data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek mencatat jumlah warga Trenggalek di Wamena yang ingin pulang terus bertambah.

Data per Minggu (6/10/2019), sebanyak 63 orang menyatakan diri ingin pulang ke Trenggalek. Sebelumnya, warga yang dilaporkan ingin pulang hanya 47 orang.

Rekomendasi 5 Wisata Pantai di Gunungkidul yang Asik, Bisa Dikunjungi untuk Santai hingga Snorkeling

Remaja Laki-laki Jambret Dompet Emak-emak Surabaya, Nyebur ke Sungai karena Panik Takut Ketahuan

Rahasia Raffi Bocor, Kisah Dibawakan Spagethi Diam-diam oleh Pedangdut, Tarra Buat Raffi Terdiam

“Laporan yang masuk ke kami terus bertambah,” kata Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Trenggalek Ratna Sulistyowati kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, pendataan warga asal Trenggalek di Wamena dan yang sudah mengungsi ke Jayapura juga bertambah dari 161 orang dari 50 kepala keluarga menjadi 170 orang dari 70 kepala keluarga.

Sebelumnya, pemkab berencana membiayai tiket pesawat warga Trenggalek yang ingin pulang. Ratna bilang, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk skema lain pemulangan itu.

“Tanggal 9 kabarnya ada kapal Pelni yang mau pulang. Sementara untuk pesawat kan tidak hanya orang Trenggalek yang ingin pulang. Satu kali penerbangan paling hanya sembilang orang. Dengan kapal, lebih banyak yang bisa terangkut,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Pemkab akan menggunakan dana kebencanaan yang ada untuk biaya itu. Nilainya sekitar Rp 250 juta. Donasi dibuka juga untuk menambah total nilai anggaran yang tersedia.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, ia memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengirimkan bantuan bagi warga Trenggalek yang tak ingin pulang kampung.

Mereka yang tak ingin pulang, kebanyakan adalah orang-orang yang memiliki aset di Wamena.

“Bagi yang menetap di sana, saya utus Pak Skeda untuk mengirim bantuan tunai juga ke sana,” ujar pria yang akrab disapa Mas Ipin itu. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved