Pelayanan RSUD Buruk, Family Ketua Komisi II Meninggal Akibat Telat Penanganan

Gosip terkait buruknya pelayanan dan pasien di RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan akhirnya terkuak dan terbuka dengan sendirinya.

Pelayanan RSUD Buruk, Family Ketua Komisi II Meninggal Akibat Telat Penanganan
surya/Galih Lintartika
RSUD Bangil Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Gosip terkait buruknya pelayanan dan pasien di RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan akhirnya terkuak dan terbuka dengan sendirinya.

Selama ini, pelayanan RSUD Bangil dalam melayani pasien banyak dikeluhkan. Akan tetapi, tidak pernah ada pembenahan sama sekali.

Bahkan, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono mengalami pengalaman buruk berobat di RSUD Bangil yang sudah masuk dalam rumah sakit tipe B ini.

Saat menjenguk keluarganya yang dirawat inap di ruang Jantung dan Paru, ia justru mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan.

Ia mendapat keluhan dari pasien yang tidak divisit dr Widya Eka Damayanti, yang bertanggung jawab terhadap pasien atas nama Eko BS di ruang HCU Lantai III.

Ketika ia mengkonfirmasi perkembangan pasien ke dr Widya, bukan keterangan baik dan valid yang didapatkan.

Disampaikan dokter, pasien yang terindikasi sakit paru-paru dengan kondisi terakhir sel darah putih 116, sementara tiga hari sebelumnya kondisi sel darah putih 161.

Angkut 10 Sak Gabah Curian, Xenia Yang Ditumpangi 3 Pemuda Alami Kecelakaan, Dua Kabur

Nasib Malang Pemuda Sidoarjo Jual Honda CBR Lewat Facebook, Motor Ditukar Amplop Isi Kertas

“Saya mengingatkan bahwa itu salah, ia bukannya meminta maaf. Ia justru membentak dan mengaku tidak takut dengan LSM,” kata Joko yang juga tidak menyebut dirinya sebagai anggota dewan.

Ia juga menjelaskan, dirinya bukanlah LSM seperti yang dituduhkan untuk menakut-nakuti paramedis. Ia adalah keluarga pasien yang ingin mendapatkan perkembangan kesehatannya.

“Saya tidak perduli kamu LSM, suami saya tentara,” ujar Joko menirukan ucapan dr Widya.

Mendapat perlakuan tidak mengenakkan, lanjut Joko, ia telah melaporkan sikap dan tindakan paramedis tersebut ke dr Agung Basuki, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.

"Saking lambatnya penanganan, saudara saya ini sampai tidak umurnya. Yang bersangkutan meninggal dunia," tambahnya.

dr Agung Basuki, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan menyebut kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Ia berharap, seharusnya dokter harus bersikap dan berperilaku pofesional dalam menangani pasien.

"Tindakan tidak terpuji tersebut akan segera kami tindaklanjuti.Management rumah sakit harus melakukan evaluasi terhadap dokter yang arogan,” urainya kepada Tribunjatim.com.(lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved