Menipu Orang Dalam Bisnis Jual Beli Tanah Kavling, Bidan di Puskesmas Cerme Terancam Dipecat

Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik akan memberikan sanksi Mery Purwaning Hardini warga Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik.

Menipu Orang Dalam Bisnis Jual Beli Tanah Kavling, Bidan di Puskesmas Cerme Terancam Dipecat
Ilustrasi penipuan 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik akan memberikan sanksi Mery Purwaning Hardini warga Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik.

Mery yang sehari-hari bekerja sebagai bidan di Puskesmas Cerme Gresik diduga telah menipu Umar Salim warga Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik dalam momen jual beli tanah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik, melalui sekretaris Dinas Kesehatan dr. Mukhibatul Khusnah mengatakan, kasus ini sudah ditangani.

Pegawai tersebut sudah dipanggil dan membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi lagi.

(Nama Bupati Banyuwangi Anas Dicatut Penipuan Melalui Medsos, Masyarakat Diminta Hati-hati)

"Jika, dia (Mery Purwaning Hardini) berbuat salah lagi maka akan kita beri sanksi. Kalau perbuatannya diulang lagi, maka sanksinya bisa dipecat," kata dr. Khusnah, sapaan akrabnya, Senin (7/10/2019).

Lebih lanjut, dr. Khusna mengatakan bahwa kasus tersebut termasuk ranah pribadi pegawai. Namun, sebagai satuan kerja, Dinas kesehatan hanya bisa memberikan peringatan.

"Baik peringatan secara administrasi sudah diberikan," katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Gresik Nadhif mengatakan, belum ada laporan terkait indisipliner pegawai di Puskesmas Cerme.

"Belum ada laporan terkait itu," kata Nadlif dengan singkat.

(Kemarahan Hotman Paris Ada Manusia Hina di Kopi Johny, Ungkap Kasus Penipuan dan Singgung Karma)

Diketahui, kasus bidan Mery Purwaning Hardini berawal dari transaksi menjual tanah kavling, ukuran lebar 6 meter dan panjang 12 meter, total luas 96 meter persegi.

Tanah tersebut dibeli oleh Umar Salim warga Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik senilai Rp 71 Juta.

"Ternyata, setelah dibayar lunas dan dijanjikan akan dibalik nama kepemilikan tanah, ternyata surat tersebut tidak kunjung selesai. Dan ternyata setelah jadi atas nama orang lain," kata Novan, ketua LSM Lembaga Pemantau Birokrasi.

Reporter: Surya/Sugiyono.

(Di Awal Jabatan, Kasi Pidum Tanjung Perak Surabaya Eksekusi Terpidana Penipuan Alexandra P)

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved