Emil Jawab 'Nggak Tahu' Saat Ditanya Soal Peluang jadi Menteri

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjawab 'saya tidak tahu' saat ditanya wartawan terkait rumor namanya masuk ke jajaran calon menteri

Emil Jawab 'Nggak Tahu' Saat Ditanya Soal Peluang jadi Menteri
sri wahyunik/surya
Wagub Jatim Emil Dardak di Universitas Jember 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjawab 'saya tidak tahu' saat ditanya wartawan terkait rumor namanya masuk ke jajaran calon menteri Kabinet Kerja II kepemimpinan Presiden Joko Widodo - Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Jawab ini dilontarkan Emil ketika menjawab pertanyaan wartawan usai dirinya menjadi pembicara di seminar nasional di FKIP Universitas Jember, Rabu (9/10/2019).

"Saya nggak tahu soal itu, nggak tahu sama sekali. Tidak ada di bayangan saya," ujar Emil. Dia menjawab serupa ketika ditanya jika dirinya diminta menjadi menteri di kepemimpinan Jokowi - Ma'ruf Amin.

"Orang nggak ada tawaran, ya nggak ada bayangan. Bayangan saya sekarang ini, saya harus ke Puger, ngurusi Jember," ujar Emil sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan wartawan.

Ia pun memilih berpamitan, dan melambaikan tangan sebelum masuk ke mobil yang bakal membawanya ke Kecamatan Puger. Di Kabupaten Jember, Emil menghadiri dua acara yakni, pertama, menjadi pembicara di seminar nasional yang digelar oleh FKIP Jember, dan kedua, menghadiri pelantikan taruna angkatan XIX SMK Perikanan dan Kelautan Puger.

Di FKIP, Emil menjadi pembicara di seminar nasional tentang 'Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya untuk Mempersiapkan Generasi Emas 2045'.

Tol Probolinggo - Lumajang Langkah Awal Dongkrak Pariwisata Bromo Lewat Lumajang

Lolos ke Partai Final, Persebaya U-20 Enggan Pilih-pilih Lawan, Uston Nawawi: Hasil Bukan Patokan

Sempat Dikabarkan Wafat Kecelakaan dan Dikira Sudah Dimakamkan, Warga Tuban Ini Ruwatan Malam Ini

Kepada peserta seminar, Emil menjabarkan tentang perubahan dunia, termasuk di dalamnya revolusi industri 4.0, juga keberadaan kecerdasan buatan. Menurutnya, bahasa dan sastra bisa menopang perubahan tersebut dari sisi rasa (taste).

"Taste atau rasa yang diciptakan dari kekuatan bahasa dan sastra ini tidak akan bisa menyaingi robot, maupun kecerdasan buatan. Potensi ini yang harus didalami. Jangan hanya sibuk dengan gadget, dan tidak peduli kepada lingkungan," tegas Emil kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, Dekan FKIP Unej Dafik mengatakan, pengisian dari Wagub Jatim Emil Dardak membuka area 'blank spot' dari revolusi industri 4.0 yang bisa diisi oleh kekuatan bahasa dan sastra.

"FKIP memang mengembangkan forum nasional dan internasional, salah satunya seminar yang dihadiri oleh Pak Wagub ini. Pak Wagub Emil telah membuka cakrawala termasuk area 'blank spot' revolusi industri 4.0 yang itu bisa diisi oleh bahasa dan sastra," tegas Dafik. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved