Jawaban Polos Pria Surabaya Seusai JPU Baca Dakwaan Palsu Sertifikat Satwa, Pilih Sidang Dilanjutkan

Jawaban Polos Pria Surabaya Seusai JPU Baca Dakwaan Palsu Sertifikat Satwa, Pilih Sidang Dilanjutkan.

Jawaban Polos Pria Surabaya Seusai JPU Baca Dakwaan Palsu Sertifikat Satwa, Pilih Sidang Dilanjutkan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Jeffri Utomo Gunawan, diadili di Pengadilan Negeri Surabaya 

Jawaban Polos Pria Surabaya Seusai JPU Baca Dakwaan Palsu Sertifikat Satwa, Pilih Sidang Dilanjutkan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dianggap terbukti palsu sertifikat satwa dilindungi, terdakwa Jeffri Utomo Gunawan diadili di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Winarni disebutkan, bahwa terdakw telah dengan sengaja menyimpan, memiliki, memelihara mengangkut dan memperdagangkan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup tanpa ijin resmi dari pihak yang berwenang.

Gresik Menjadi Tempat Transit Satwa Langka, Lewat Online dan Manual

Pria Gresik Ini Diciduk Polisi, Gegara Rawat & Miliki 5 Satwa Langka Merak Hijau Senilai Rp 125 Juta

Badan Karantina Pertanian dan PT Ciomas Adisatwa Ekspor Perdana 60 Ton Ayam Beku ke Timor Leste

"Terdakwa telah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a Undang Undang RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," ucap jaksa dari Kejati Jatim tersebut, Rabu, (9/10/2019).

Usai dibacakan, ketua majelis hakim Achmad Virzha menanyakan terkait kebenaran dari isi surat dakwaan JPU. Tanpa beban dan berpikir panjang, terdakwa Jeffri langsung membenarkan. "Benar pak hakim,"ujar terdakwa.

Slamet Priyanto, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Jeffri, ketika diberikan kesempatan untuk mengajukan upaya hukum dengan mengajukan Nota Keberatan (Eksepsi), menyampaikan tidak akan mengajukan Eksepsi dan menyetujui sidang untuk dilanjutkan.

"Lanjut pak hakim," kata PH terdakwa.

Untuk diketahui, terdakwa berbisnis jual beli satwa dilindungi berupa ikan Arwana jenis Golden Red (Scelerophages Formosus), dan Super Red (Scelerophages Formosus).

Sedangkan bisnis yang terdakwa jalankan tersebut, tidak memiliki badan usaha dalam memperdagangkandan juga tidak menggunakan sertifikat asli hasil penangkaran.

Melainkan sertifikat spesimen palsu yaitu sertifikat milik PT. Arwana Lestari. Tak hanya itu, terdakwa juga memalsukan alat transponder atau microchip yang palsu juga yang seharusnya dimasukan ke badan ikan.

Dari penangkapan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Jatim, ditemukan barang bukti berupa 45 ekor ikan arwana, dokumen sertifikat asal usul ikan arwana (certifikate of identity) diduga palsu, dokumen sertifikat asal usul ikan arwana (certifikate of identity) asli, dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SAT-DN) berserta lampirannya yang dikeluarkan oleh BKSDA Riau, dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SAT-DN) berserta lampirannya yang dikeluarkan oleh BKSDA Kalbar, satu dus berisi nota penjualan dan pengiriman ikan arwana.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved