Polres Kediri Gelar Diskusi Peran Guru Mencegah Anak Berhadapan Hukum

Polres Kediri Kota menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) peran guru dalam mencegah anak berhadapan hukum. Kegiatan FGD diikuti kepala SMP, MTs dan SMA,

Polres Kediri Gelar Diskusi Peran Guru Mencegah Anak Berhadapan Hukum
(Surya/Didik Mashudi)
Peserta FGD peran guru dalam mencegah anak berhadapan hukum di Mapolres Kediri Kota, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Polres Kediri Kota menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) peran guru dalam mencegah anak berhadapan hukum. Kegiatan FGD diikuti kepala SMP, MTs dan SMA, SMK serta MA di wilayah Polres Kediri Kota, Rabu (9/10/2019).

Pada acara FGD juga digelar Deklarasi Anti Kekerasan Anak (Siwa Anti Unjuk Rasa Anarkhis) yang dilanjutkan dengan penandatangan deklarasi.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana menyampaikan, perkembangan kasus anak berhadapan dengan hukum di wilayah Polres Kediri Kota yang setiap tahun meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Sehingga diperlukan revitalisasi peran guru dalam mencegah anak terlibat kekerasan khususnya mencegah siswa agar tidak ikut unjuk rasa anarkhis.

Diharapkan semua pihak bersama sama mewujudkan generasi penerus bangsa yang bermoral dan memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kemajuan negara Indonesia.

"Kami mengharapkan segenap elemen masyarakat dan pendidikan mendukung menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

94 Ibu Hamil di Tulungagung Positif Hepatitis B, Lebih Bahaya dari HIV/AIDS dan Belum Ada Obatnya

Cerita Sunarto, Pria Tuban yang Dianggap Meninggal, Lalu Pulang Malam, Gegerkan Warga

BPJS Kesehatan Punya Tunggakan Rp 390 Miliar ke RSUD Dr Soetomo, Didorong Agar Segera Bayar

Kegiatan FGD diikuti 98 peserta terdiri kepala sekolah SMP/MTs, SMA/SMK dan MA. Ada 5 poin materi Deklarasi Anti Kekerasan Anak.

Pertama, Kami menolak dan mengutuk kekerasan anak dari segala bentuk afiliasinya karena tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 serta peraturan perundang undangan lainnya.

Kedua, Kami mengutuk tindakan yang melibatkan anak dalam kegiatan politik, kegiatan yang membahayakan anak dan segala tindakan yang menjadikan anak terlibat kekerasan.

Ketiga, Kami berkomitmen melindungi anak dari segala bentuk kekerasan fisik, psikologis, intimidasi, persekusi dan menyebabkan anak menjadi korban.

Keempat, Kami bertekat bersatu padu pada pihak yant berwenang melaksanakan perlindungan terhadap anak Indonesia sehingga tercipta suasana harmonis di wilayah Kediri Kota.

Kelima, Kami mengajak masyarakat untuk melaporkan tindakan kekerasan terhadap anak khususnya yang melibatkan anak dalam unjuk rasa anarkis kepada pihak yang berwenang.(dim/Tribunjatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved