Lima Pengedar Narkoba yang Dibekuk Polres Nganjuk Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara

Terlibat dalam sejumlah kasus peredaran narkoba, lima orang tersangka dibekuk Satresnarkoba Polres Nganjuk dalam sepekan terakhir.

Lima Pengedar Narkoba yang Dibekuk Polres Nganjuk Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara
SURYA.CO.ID/ACHMAD AMRU MUIZ
Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto meminta keterangan para tersangka pengedar narkoba dalam rilis di Mapolres Nganjuk, Rabu (9/10/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Terlibat dalam sejumlah kasus peredaran narkoba, lima orang tersangka dibekuk Satresnarkoba Polres Nganjuk dalam sepekan terakhir.

Kelima tersangka tersebut terlibat dalam lima perkara, yakni empat perkara narkotika dan satu perkara peredaran okerbaya (obat keras berbahaya).

Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto menjelaskan, diamankannya para pengedar narkotika dan obat terlarang di wilayah Polres Nganjuk hasil dari pengembangan kasus dan informasi masyarakat.

Ini setelah aktifitas peredaran narkotika dan obat terlarang dewasa cukup memprihatinkan di Kabupaten Nganjuk.

"Untuk itu, kami tidak akan berhenti dan akan terus memberantas para pengedar narkotika dan obat terlarang hingga ke akarnya yang jelas-jelas sudah sangat meresahkan masyarakat," kata Handono di Mapolres Nganjuk, Rabu (9/10/2019).

Cegah Penyelewengan Anggaran, Pemkab Nganjuk Intensif Sosialisasi Sistem Pengawasan Keuangan OPD

Lebih lanjut dijelaskan Handono, dari para tersangka yang diamankan jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk telah diamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya 23 butir extasi model baru jenis panda. Dimana dari keterangan salah satu tersangka kalau efek dari extasi jenis Panda efeknya si pemakai seperti kuat berjoget hingga lama.

Selain itu, ungkap Handono, barang bukti lain yang diamankan yakni 4.000 pil doubel L, sabu–sabu berat sekitar 6,58 gram, pil extasi 23 butir, 7 buah HP dan satu Unit kendaraan bermotor.

Para tersangka narkoba tersebut, menurut Handono, diamankan dari sejumlah TKP yakni Baron, Guyangan, Patianrowo dan lainya.

KPU Nganjuk Gelar Evaluasi Pemutakhiran Data Pemilih, Disimpan Untuk Pemilu Berikutnya

“Untuk modus yang digunakan masih modus lama yakni memesan menggunakan whatshapp kemudian diantar oleh kurir dan barang ditaruh ditempat tertentu yang tersembunyi. Dan dari pengembangan kasus narkoba yang kita lakukan ini masih masuk di jaringan lapas, yaitu ada yang dari jaringan Kediri dan ada juga yang dari jaringan jombang,” tandas Handono.

Untuk jeratan hukum kepada para tersangka, tambah Handoro, untuk tersangka pengedar sabu dijerat Pasal 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara, dan untuk tersangka pengedar pil okerbaya dijerat dengan UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

"Mudah-mudahan mereka jera untuk tidak mengulangi perbuatanya lagi, dan kami harap masyarakat terus mewaspadai peredaran narkoba di tempatnya masing-masing," tutur Handono.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved