Psikolog Mojokerto: Film Joker Tidak Boleh Ditonton Usia di Bawah 20 Tahun

Selain diburu pecinta film superhero DC Comics, Film Joker di saat yang sama juga menuai peringatan dari deretan psikolog

Psikolog Mojokerto: Film Joker Tidak Boleh Ditonton Usia di Bawah 20 Tahun
BBC
Joaquin Phoenix dalam 'Joker' 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Joker, menjadi film terbaru yang turut dinantikan penggemar superhero DC Comics.

Film yang mengisahkan tokoh penjahat ini, selain diburu pecinta film, di saat yang sama juga mendapat deretan peringatan dari psikolog.

Psikolog dan Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut KH Abdul Chalim, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Salis Khoiriyati, mengaku belum menonton Film Joker yang sudah tayang pada Rabu (2/10/2019) lalu.

Kendati demikian, rekan rekan seprofesinya telah membahas dan menganalisis dampak film tersebut terhadap para generasi muda.

Salis Khoiriyati, Psikolog dan Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut KH Abdul Chalim, Selasa (8/10/2019)
Salis Khoiriyati, Psikolog dan Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut KH Abdul Chalim, Selasa (8/10/2019) (SURYA/Febrianto Ramadani)

(Deretan Pemeran Joker dari Masa ke Masa, Cesar Romero hingga Joaquin Phoenix, Siapa yang Terbaik?)

"Dari pembahasan teman teman yang sudah menonton, harusnya Film Joker tidak ditonton untuk generasi muda yang berusia di bawah 20 tahun. Karena banyak sekali kekerasan," ujarnya, Selasa (8/10/2019).

Menurutnya, masih banyak film kekerasan yang lebih parah daripada Film Joker.

Yang membedakan adalah, secara tidak langsung Film Joker mengajarkan kepada masyarakat bahwa dalam mencapai sesuatu, seseorang bisa menghalalkan segala cara.

Menurut Salis, penonton yang pantas menonton film yang diperankan Joaquin Phoenix ini harus berusia di atas 20 tahun.

Penonton di usia itu dinilai sudah bisa membedakan mana yang diambil sebagai pelajaran atau diambil sebagai hiburan saja.

"Pada dasarnya film itu hanya sekedar tontonan. Tanpa disadari, efeknya secara psikologis, orang yang menonton itu bisa terpengaruh," terangnya.

(Sinopsis Film Joker, Tentang Kisah Kelam Komedian Gagal, Sudah Tayang di Bioskop Indonesia)

Masih kata Salis, peran orang tua saat mendampingi putra putrinya saat menonton Film Joker dinilai tidak cukup.

"Belum tentu orang tua bisa memahami atau memberikan penjelasan tentang cerita film itu. Apalagi masyarakat awam," nilainya.

Agar tidak terjadi dampak yang lainnya, Salis berharap ada koordinasi antara Komisi Penyiaran Indonesia dengan Lembaga Sensor Film.

"Kalau bisa pengusaha pemilik bioskop bisa menyeleksi pengunjung yang diperbolehkan membeli tiket Film Joker berusia 20 tahun ke atas," harapannya.

(Sinopsis Film Joker, Tentang Kisah Kelam Komedian Gagal, Sudah Tayang di Bioskop Indonesia)

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved