Seribu Lebih Penari Gandrung Bakal Ramaikan Pantai Marina Boom Banyuwangi, Akhir Pekan Ini!

Pagelaran seni kolosal Banyuwangi, Gandrung Sewu akan digelar pada akhir pekan, Sabtu (12/10/2019).

Penulis: Haorrahman | Editor: Anugrah Fitra Nurani
SURYA/Haorrahman
Pagelaran seni kolosal Banyuwangi, Gandrung Sewu akan digelar pada akhir pekan, Sabtu (12/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pagelaran seni kolosal Banyuwangi, Festival Gandrung Sewu akan digelar pada akhir pekan, Sabtu (12/10/2019).

Pada kesempatan itu, ribuan penari gandrung berbagai usia dengan busana yang menyala akan menampilkan keindahan gerak tari di bibir Pantai Marina Boom.

Momen ini digadang-gadang akan  jadi pemandangan yang eksotis.

Festival kesenian rakyat ini menyajikan tarian yang dibalut dalam sendratari dan berkisah perjuangan heroik rakyat Blambangan melawan kolonial.

(Drama Kolosal Pertempuran Mayangkara di HUT ke-74 TNI, Kuda Sempat Lukai Pemain Saat Berlatih)

Lebih dari 1.000 (sewu - bahasa setempat) penari Gandrung akan menari dengan latar pemandangan Selat Bali.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan festival ini merupakan perayaan tahunan para penari gandrung.

Ribuan Gandrung dari berbagai penjuru Banyuwangi telah berkumpul dan berlatih bersama untuk menghadirkan atraksi seni kolosal yang memikat.

Beralaskan pasir pantai, mereka akan menari dengan lincahnya membentuk beragam formasi yang bakal menjadi pemandangan yang tak terlupakan.

“Kemegahan Gandrung Sewu telah menjadikan event ini masuk 10 Best Calendar of Event Wonderful Indonesia,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, Rabu (9/10/2019).

Gandrung Sewu tahun ini melibatkan 1330 seniman tari dan musik Banyuwangi.

Mengambil tema Panji-Panji Sunangkara, sendratari ini akan bercerita tentang semangat membara Pangeran Rempeg Jagapati memimpin rakyat Banyuwangi melawan kolonial Belanda.

(Drama Pertempuran Mayangkara, Kisah Mayor Djarot dan Kudanya Sebagai Simbol Perlawanan)

Abdullah Azwar Anas menyebut, Tari Gandrung adalah salah satu identitas budaya Banyuwangi yang telah mendunia.

Tidak hanya menghadirkan sebuah event, Abdullah Azwar Anas menerangkan Gandrung Sewu ini digelar sebagai upaya regenerasi seniman tari di Banyuwangi.

"Setiap tahunnya, seniman cilik, muda, hingga paruh baya antusias menampilkan atraksi kolosal Gandrung Sewu untuk menunjukkan kebanggaan mereka terhadap budaya daerah pada publik global," ucap Abdullah Azwar Anas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved