Trenggalek Targetkan Produk Pengalengan Ikan Bisa Edar pada 2022

Pemerintah Kabupaten Trenggalek menargetkan sentra pengalengan ikan mulai berprodukasi dan beredar pada 2022.

Trenggalek Targetkan Produk Pengalengan Ikan Bisa Edar pada 2022
istimewa
Proses pengalengan di area Sentra Pengolahan Hasil Perikanan Bengkorok. 

TRIBUNJATIM.COM,TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek menargetkan sentra pengalengan ikan mulai berprodukasi dan beredar pada 2022.

Industri itu berada di area Sentra Pengolahan Hasil Perikanan Bengkorok sejak sekitar 2017.

Beberapa syarat agar produk tersebut bisa diedarkan masih akan dipenuhi mulai tahun depan. Hingga saat ini, syarat yang sudah tercukup baru uji kandungan nutrisi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek Cusi Kurniawati mengatakan, sentra itu sudah beberapa kali uji coba produksi.
Ada beberapa jenis ikan yang dikalengkan dalam uji coba itu, antara lain tuna dan tongkol. Ikan kaleng itu dibuat dalam varian rasa seperti garang asem, kare, dan saos tomat.

“Mesin pengalengan di sana bisa memproduksi sekitar 100-150 kaleng dalam sekali beroperasi. Masing-masing kaleng berisi 400-450 gram,” ujar Cusi Kurniawati kepada Tribunjatim.com, Rabu (9/10/2019).

Cusi menjelaskan, dalam sehari mesin di sana bisa beroperasi dua kali. Hingga saat ini, beberapa ratus ikan kaleng sudah diproduksi namun tidak untuk dijual.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar produk ikan kaleng yang diolah di sana bisa beredar secara resmi.
Syarat itu, yakni Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikat halal, izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), uji umur simpan atau kadeluarsa, merek dagang, dan sertifikat kelayakan pengelolaan.

“Itu prosesnya lumayan panjang. Untuk BPOM saja, butuh waktu sekitar dua tahun. Tahun depan kami akan mulai untuk mengurus persyaratan itu,” imbuh Cusi Kurniawati kepada Tribunjatim.com.

Salah satu kendala dalam pengurusan syarat itu, kata dia, adalah keterbatasan anggaran.

Ia mencontohkan, anggaran yang harus dikeluarkan untuk uji kandungan nutrisi beberapa tahun lalu senilai Rp 3 juta per produk.

Terungkap Sosok Pengemudi Hondra Brio yang Tabrak Rombong Bakso hingga Terpental, Usianya 80 Tahun

Lima Pengedar Narkoba yang Dibekuk Polres Nganjuk Terancam Hukuman Maksimal 20 Tahun Penjara

Jatim Fair 2019, Mengintip Aksi Pelukis Tanpa Tangan Melukis Potret Gubernur Khofifah

Apabila syarat-syarat itu sudah terpenuhi, Cusi yakni pangsa pasar yang ada di Trenggalek cukup besar. Produk kalengan itu bisa dijual ke toko-toko makanan hingga swalayan.

Pengalengan ikan, kata dia, menjadi salah satu variasi produk agar ikan-ikan yang ditangkap dari wilayah pesisir selatan daerah Prigi bisa dipasarkan dalam banyak pilihan.

Sekadar untuk diketahui, sentra pengalengan ikan di Kabupaten Trenggalek mulai dirintis pada 2016.

Alat-alat produksi sudah siap setahun kemudian. Pada tahun yang sama, uji coba pertama produksi telah dilakukan. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved