2 Siswa SMPN 4 Surabaya Bikin Smart Pot, Tanam Cabai Lebih Gampang dan Bisa Kurangi Gagal Panen

Dua siswa SMPN 4 Surabaya membuat inovasi Smart Pot. Inovasi ini bisa tanam cabai lebih mudah dan mengurangi gagal panen

2 Siswa SMPN 4 Surabaya Bikin Smart Pot, Tanam Cabai Lebih Gampang dan Bisa Kurangi Gagal Panen
ISTIMEWA
Dua siswa SMP Negeri 4 Surabaya Hafidz Shafariel Affan dan Raffi Ilham membuat sebuah inovasi bernama Smart Pot. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Harga cabai yang sering kali melambung tinggi dapat diatasi dengan menanam cabai di pekarangan rumah, namun kondisi lahan yang sempit diperkotaan kerap kali menjadi kendala.

Hal tersebut memicu dua siswa SMP Negeri 4 Surabaya Hafidz Shafariel Affan dan Raffi Ilham membuat sebuah inovasi bernama Smart Pot.

"Ini alat untuk penanaman cabai yang dapat menyiram secara otomatis. Ini solusi masyarakat yang tidak punya lahan luas di dalam kota," kata Raffi Ilham, Kamis (10/10/2019).

VIDEO: Wali Kota Risma Marah Besar, 2 Geng Remaja di Surabaya Jadi Sasaran, Kamu Mau Masuk Penjara?

Selain memudahkan penyiraman otomatis, inovasi tersebut juga ditujukan untuk membantu mengurangi gagal panen.

Sebab, masyarakat dapat dengan mudah menanam cabai di rumah mereka dengan media Smart Pot.

"Ide inovasi ini juga untuk mengurangi gagal panen," kata dia.

Hafidz menyebut inovasi buatannya ini mampu mengetahui kebutuhan air pada tanaman.

Kondisi Terkini Wiranto Pasca Diserang Diungkap Dokter, Menkopolhukam Menderita 2 Luka Tusukan

"Smart pot ini adalah penyiram otomatis jadi bisa tahu jumlah air yang dibutuhkan tanaman cabai agar tidak kurang dan tidak lebih," kata dia.

Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk mendapatkan hasil komponen alat Smart Pot yang maksimal.

"Kesulitannya mulai reset, harus tau jumlah air yang dibutuhkan tanaman. Selain itu pembuatan koding juga butuh waktu lumayan lama sekitar dua hari," kata dia.

Bahkan inovasi tersebut berhasil meraih medali perunggu di ajang internasional Science and Invention Fair (ISIF) 2019 yang diadakan di Bali, (21-25/6/2019).

Pengakuan 6 Pengedar Uang Palsu di Lamongan Senilai Rp 304 Juta, Libatkan Pak Haji dari Surabaya

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved