Bawang Merah Jadi Komoditas Penyumbang Inflasi Nasional, Kementan Targetkan Harga Tetap Stabil

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menyebut bawang merah menjadi perhatian khusus pemerintah.

Bawang Merah Jadi Komoditas Penyumbang Inflasi Nasional, Kementan Targetkan Harga Tetap Stabil
ISTIMEWA
Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura mengatakan, Kementan terus berusaha menjaga stabilitas harga bawang merah nasional. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menyebut bawang merah menjadi perhatian khusus pemerintah.

Sebab, bawang merah menjadi satu di antara komoditas strategis yang mempengaruhi inflasi nasional.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya menargetkan harga bawang merah stabil sepanjang tahun dan tetap menguntungkan petani dan konsumen.

Harga Bawang Merah Dipermainkan Tengkulak, Petani Bawang Probolinggo Merugi

Hal itu sebagai upaya untuk menekan bawang merah agar tak menjadi pengaruh besar terhadap inflasi nasional.

"Banyak pihak menilai pemerintah berhasil mengendalikan harga bawang merah yang dulu nyaris selalu menyumbang inflasi tinggi terutama saat hari besar keagamaan nasional," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (10/10/2019).

Berdasarkan data tersebut, Prihasto Setyanto menyebut pemerintah dinilai sukses dan berhasil mengendalikan laju harga komoditas bawang merah di tanah air yang stabil.

Harusnya Dapat Rp 500.000 dari Kementan, Penerima Cuma Dapat RP 400.000 di Pamekasan, Mana Sisanya?

"Keberhasilan pemerintah ini dapat dilihat dari catatan BPS, di mana BPS menyebut pada September 2019, bawang merah justur menyumbang deflasi sebesar -12,67 persen dibanding Agustus 2019 sebesar -12,65 persen," ujarnya.

Data BPS juga merilis kenaikan produksi bawang merah sepanjang 2018 sebesar 3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pantauan pihaknya di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta menunjukkan pergerakan stabil harga bawang merah cenderung rendah yaitu Rp 14 - 20 ribu per kg sepanjang 2018 sampai dengan saat ini.

"Bahkan Agustus lalu harga di tingkat petani sempat menyentuh level terendah hanya Rp 6 ribu per kg terutama terjadi di sentra-sentra besar seperti Nganjuk, Brebes, Probolinggo, Bima, Demak dan Cirebon," tandasnya.

Indonesia Disebut Sudah Swasembada Jagung dan Beras, Mentan Fokus Kembalikan Kejayaan Rempah-rempah

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved