Demi Pangan, Dewan Batu Awasi Ketat Pembangunan agar Tidak Melahap Lahan Pertanian

Ketua DPRD Batu, Asmadi menanggapi kurangnya kebutuhan pangan akan beras di Kota Batu.

Demi Pangan, Dewan Batu Awasi Ketat Pembangunan agar Tidak Melahap Lahan Pertanian
TRIBUNJATIM.COM/KUSWANTO FERDIAN
ILUSTRASI - Petani padi mulai menggarap sawahnya di Desa Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Minggu (3/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Ketua DPRD Batu, Asmadi menanggapi kurangnya kebutuhan pangan akan beras di Kota Batu.

Saat diwawancarai wartawan, Asmadi secara tegas akan mengawasi perkembangan pembangunan agar tidak melahap lahan pertanian di Kota Batu, khususnya di kawasan Junrejo.

"Kekurangan 10 ton ini bukan hal yang kecil. Oleh sebab itu, kami akan mempertahankan lahan hijau di Kota Batu," papar Asmadi.

Ia juga mengajak agar pihak-pihak yang berkepentingan mematuhi peraturan yang ada, khususnya memahami soal peraturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menyatakan dari setiap pembangunan harus menyisakan 20 persen untuk lahan hijau atau Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Mercedes Benz dan Pikap Adu Moncong di Malang, Bodi Mobil Ringsek, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

PSM Makassar Vs Arema FC, Dua Bek Andalan Singo Edan Berpeluang Kembali Merumput

Tak hanya itu saja, Asmadi juga mengarahkan masyarakat untuk mulai memperluas area persawahan yang akan ditanami padi.

Hal ini dikarenakan Kota Batu sendiri saat ini masih mengandalkan sawah yang ada di kawasan Kecamatan Junrejo dengan luasan sekitar 226 hektare saja.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batu, Heli Suyanto.

Heli Suyanto menjelaskan, kekurangan bahan pangan tersebut merupakan masalah yang sudah lama. Oleh sebab itu pada masa jabatan saat ini hingga ke depannya, DPRD Kota Batu berupaya mengarahkan pendirian wisata yang bukan merupakan wisata buatan.

Kebutuhan Lahan Parkir di Alun-alun Semakin Mendesak, Pemkot Batu Akan Sewa Lahan Kawasan Rumah Tua

Giatkan Program Kemitraan Masyarakat, Unesa Beri Bantuan pada UKM Stik Sayur Aurasufa di Malang

"Bisa seperti kafe sawah. Wisata yang tidak merusak lingkungan persawahan," terang Heli Suyanto.

Karena walaupun letak geografis Kota Batu tidak didominasi oleh area persawahan berupa padi, namun jika pembangunan wisata buatan terus dibangun, maka lahan hijau lainnya berpotensi besar untuk tergerus.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved