Kasus Pemalsuan Akta Otentik Henry J Gunawan, Eksepsi Ditolak, Jaksa Borgol Terdakwa dan Si Istri

Dalam sidang lanjutan kasus pemalsuan akta otentik, Henry J Gunawan dan istrinya Iuneke Anggraini ajukan nota keberatan. Namun ditolak jaksa

Kasus Pemalsuan Akta Otentik Henry J Gunawan, Eksepsi Ditolak, Jaksa Borgol Terdakwa dan Si Istri
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kasus pemalsuan akta otentik Henry J Gunawan, eksepsi ditolak, jaksa borgol terdakwa dan si istri 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam sidang lanjutan kasus pemalsuan akta otentik, Henry J Gunawan dan istrinya Iuneke Anggraini ajukan nota keberatan (eksepsi) di Pengadilan Negeri Surabaya

Dalam eksepsi yang disampaikan oleh tim pengacaranya, ada beberapa poin keberatan yang disampaikan dan dianggap sebagai cacat prosedur.

Di antaranya terkait penetapan tersangka, perjanjian hutang piutang yang dianggap clear, sahnya perkawinan agama serta tidak diterimanya panggilan sidang. 

Seusai Dibacakan Dakwaan, Kuasa Hukum Henry J Gunawan Ajukan Penangguhan Penahanan ke Hakim

Dengan dalil dalil tersebut, tim penasehat hukum terdakwa Henry J Gunawan dan Iuneke Anggraini berdalih, bahwa tindakan pidana Henry J Gunawan dan Iuneke Anggraini yang disangkakan memberikan keterangan palsu dalam akta otentik soal status perkawinannya merupakan hukum keperdataan. 

"Maka berkenaan dengan itu, mohon agar yang mulia majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan kiranya mempertimbangkan  yang ada di dalam eksepsi ini dikabulkan untuk seluruhnya. Menyatakan surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum atau setidak tidaknya dakwaan tersebut tidak dapat diterima. Agar jaksa penuntut umum mengeluarkan para terdakwa dari rutan kelas 1 surabaya setelah putusan ini diucapkan," jelas Masbuhin ketua tim penasehat hukum terdakwa saat membacakan eksepsinya, Kamis, (10/10/2019). 

Atas eksepsi tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso langsung mengajukan tanggapan secara lisan, dengan mengatakan eksepsi yang dibuat tim penasehat hukum untuk membuat kliennya bahagia.

Jalani Sidang Perdana Keterangan Palsu Akta Otentik, Henry J Gunawan & Istri Lepas Rompi Tahanan

"Kami menanggapi secara lisan. Setelah mendengarkan eksepsi tim penasehat hukum yang tentunya cukup menggembirakan dan membesarkan hati dari para terdakwa. Pada pokoknya keluar dari ruang lingkup eksepsi sebagaimana diatur dalam Pasal 156 ayat 1 KUHAP campur aduk dengan kewenangan praperadilan dan sudah masuk ke pokok perkara," terang JPU Ali Prakoso. 

Selain itu, JPU Ali meminta agar majelis hakim yang diketuai Dwi Purwadi menolak eksepsi terdakwa dan menyatakan menerima surat dakwaanya. 

"Menolak seluruh eksepsi dan menyatakan menerima dakwaan JPU sudah sesuai dengan pasal 143 ayat 3 huruf a dan b KUHAP, serta melanjutkan persidangan untuk memeriksa perkara ini," ujar JPU Ali Prakoso diakhir tanggapannya.

Halaman
123
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved