Larangan Penggunaan Minyak Goreng Curah Dibatalkan, Pedagang dan Warga Lamongan Sambut Gembira

Larangan minyak goreng curah dibatalkan, pedagang dan warga Lamongan menyambut gembira kabar tersebut.

Larangan Penggunaan Minyak Goreng Curah Dibatalkan, Pedagang dan Warga Lamongan Sambut Gembira
SURYA/HANIF MANSHURI
Choirunnisa beraktifitas di toko tempatnya berjualan di Pasar Sidoharjo, Kamis (10/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Rencana pencabutan kebijakan larangan peredaran atau penjualan minyak goreng curah oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita disambut gembira para pedagang dan masyarakat ekonomi bawah.

"Kita sambut gembira aja. Sebab kalau sampai penjualan migor curah dilarang akan terasa berat, baik kami pedagang maupun konsumen," kata Choirunnisa (30), pedagang minyak goreng (migor) curah di Pasar Tradisional Sidoharjo Lamongan, Kamis (10/10/2019).

Para pedagang eceran menjual minyak goreng sudah memenuhi masyarakat kalangan bawah.

Konsumen Minyak Goreng Curah di Sidoarjo Cukup Tinggi, Pemerintah Segera Larang Peredarannya

Pemberlakuan aturan minyak goreng wajib berkemasan menurutnya akan mengganggu konsumen sesuai kemampuannya.

Menurutnya, peraturan tersebut tidak lagi harus ditunda, namun perlu dicabut.

Jika tidak, maka akan mengurangi dan mematikan pedagang kecil, dan juga akan memberatkan UMKM.

Sebab peraturan ini hanya menguntungkan perusahaan.

5 Tips Masak Irit Minyak, Cara Menggoreng Supaya Tak Boros Minyak Goreng dan Lebih Sehat

"Bagi pedagang kecil, jelas ini menyulitkan dan melemahkan daya beli masyarakat, terutama kalangan bawah," tandasnya.

Harga minyak goreng curah lebih murah ketimbang minyak goreng kemasan. Itulah yang memang dicari.

"Migor curah dijual Rp 9.500 untuk per 1kg, sedangkan minyak kemasan Rp 10 ribu untuk 900ml," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved