Mantan Anggota DPRD Jatim 1999 -2004 Wafat, Dikenal Dekat M Natsir Jaman Soekarno

mantan Anggota DPRD Jawa Timur periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang (PBB) Tamat Anshory Imail telah meninggal dunia.

Mantan Anggota DPRD Jatim 1999 -2004 Wafat, Dikenal Dekat M Natsir Jaman Soekarno
istimewa
Pak H. Tamat Anshory (semasa masih hidup) ketika penyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Dewan Dakwah Jatim kevUstadz H. Sudarno Hadi di Ponpes Elkisi Mojokerto 2018 lalu. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun, mantan Anggota DPRD Jawa Timur periode 1999-2004 dari Partai Bulan Bintang (PBB) Tamat Anshory Imail telah meninggal dunia.

Pria kelahiran 16 Mei 1947 selama ini telah mendedikasikan segenap usia dan energinya untuk berdakwah, hingga akhirnya hayatnya pada rabu kemarin.

Sebelum meninggal dunia,  almarhum telah menjalani perawatan secara intensif di RS Haji Surabaya selama 22 hari.

"Beliau menjalani perawatan di rumah sakit selama 22 hari karena diabetes dan gagal ginjal serta sempat lima kali cuci darah," ujar Intan Putri Kurniasari puteri bungsu dan M. Rum Nur Fajri putera pertama almarhum serta Alfiyatus Sholichah, aktivis Muslimat yang setia mendampingi keluarga almarhum di rumah sakit.

 Almarhum Tamat Anshory dikenal luas istiqomah dalam pergerakan perjuangan Islam dan kebangsaan. Saat aktif dan menjabat ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur, senantiasa mendampingi Dr. Muhammad Natsir (Mantan Perdana Menteri era Presiden Soekarno) ketika kunjungan ke Jawa Timur.

Bersama Kyai Misbach, almarhum giat menghidupi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jatim dan diberi amanah menakhodai Dewan Dakwah tahun 2013-2018.

BREAKING NEWS: Truk Trailer Gasak Pembatas Tengah Jalan di Sukomanunggal Surabaya

Tahun 2006-2010 sebagai ketua PBB Jatim, dan saat ini masih menjabat ketua majelis syura Dewan Dakwah Jatim.

Almarhum meninggalkan seorang isteri, Hj. Noor Rosyidah, tiga anak seperti tersebut di atas, dua menantu (Ratna Melati Nugraheni dan Veby Pridinartikasari), serta dua cucu : M. Farzan Ahza Afgani dan Galaxy Zavier Hanan Princeza.

Ratusan peziarah menshalatkan almarhum di Masjid Alhilal, markaz Dewan Dakwah Jatim.

Akhirnya almrahum kembali disalatkan di rumah duka Jl Demak Jaya 2/33 Surabaya dan masjid Nurul Iman di dekat rmh almarhum hingga akhirnya dimakamkan di makam Jl Asem Jaya.

Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Arif Afandi ( Mantan Wawali Surabaya), Prof Dr. Daniel M. Rosyid, Dr Fuad Amsyari, Sulthon Amin mewakili Muhamadiyah, KH Abdurrahman ( Hidayatullah), Ainul Yaqin ( sekretaris MUI Jatim), aktivis lintas ormas Islam seperti PII, KAHMI, ICMI, Persis, Yapmi, KOKAM, LPI, Perwakilannpondok Pesantren dsb.

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved