Kementan Ingin Harga Bawang Merah Stabil, Bahas Soal Inflasi dan Deflasi

Sukarman selaku Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (Ditjen Hortikultura berharap harga bawang stabil).

Kementan Ingin Harga Bawang Merah Stabil, Bahas Soal Inflasi dan Deflasi
achmad amru/ surya
Petani bawang merah di Nganjuk siap menjual hasil panennya ke pasar 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa yang diinginkan pemerintah saat ini adalah harga bawang merah stabil, bukan justru karena inflasi maupun deflasi.

Sukarman selaku Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (Ditjen Hortikultura berharap harga bawang stabil).

"Sebenarnya kondisi inflasi maupun deflasi sama-sama tidak menguntungkan. Pemerintah inginnya harga stabil menguntungkan, ya petani, ya konsumen," kata Sukarman kepada TribunJatim.com saat dihubungi Via Telepon, Kamis (10/10/2019).

Diakuinya, saat ini harga bawang merah di beberapa sentra kurang menguntungkan petani.

Menurut Sukarman, program pengembangan kawasan bawang merah yang digulirkan hampir di seluruh daerah Jawa bertujuan untuk stabilisasi pasokan dan harga terutama untuk kota-kota besar seperti Jakarta.

"Bahkan juga sebagai pengembangan varietas tertentu yang diminati pasar internasional untuk tujuan ekspor," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Sementara pengembangan di luar Jawa, lebih lanjut Sukarman menjelaskan, terfokus untuk memenuhi kebutuhan daerah setempat, sehingga memperpendek jalur distribusi dan harga terjangkau oleh konsumen dan tetap stabil, namun tetap menguntungkan petani.

Kronologi Mobil Masuk ke Got Jalan A Yani Surabaya Dikuak Polisi, Mulanya Hindari Mobil Putar Balik

Novel Fiksi di Big Bad Wolf 2019 Surabaya Diserbu Pelaku Jastip Buku, Raup Untung hingga Jutaan

Sidang Lanjutan Kasus Amblesnya Jalan Gubeng, JPU Sebut Saksi yang Akan Dihadirkan Hampir 40 Orang

Dikatakan Sukarman, Harga rendah biasanya terjadi karena musim panen raya serentak. Bisa juga akibat panen yang tidak maksimal karena serangan hama penyakit. Makanya pihaknya ajak petani supaya bisa menerapkan sistem pengaturan tanam dan budidaya ramah lingkungan. Hulu hilir memang harus ditata.

"Kami di Kementan sudah berupaya agar produksi dan harga stabil menguntungkan. Tapi tolong diingat, ini adalah tugas kolektif bersama antara pemerintah pusat, BUMN, pemda serta masyarakat sendiri," tegas Sukarman.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved