Sesalkan Penyerangan pada Wiranto, Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Doakan Menkopolhukam

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sangat menyesalkan adanya penyerangan pada Menkopolhukam Wiranto di Pandegelang yang terjadi hari ini.

Sesalkan Penyerangan pada Wiranto, Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Doakan Menkopolhukam
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Bersama seribu jamaah elemen masyarakat dalam acara Tahlil Qubro di Bakorwil Madiun, Kamis (10/10/2019), Gubernur Khofifah turut mendoakan agar Wiranto segera pulih. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sangat menyesalkan adanya penyerangan pada Menkopolhukam Wiranto di Pandegelang yang terjadi hari ini.

Bersama seribu jamaah elemen masyarakat dalam acara Tahlil Qubro di Bakorwil Madiun, Kamis (10/10/2019), Gubernur Khofifah turut mendoakan agar Wiranto segera pulih.

"Tentu kita semua menyesalkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan pada Menkopolhukam hari ini tadi. Saya khawatir bahwa ada kesalahpahaman atau ada paham yang salah," kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Ia ingin mengajak warga bangsa untuk terus membangun suasana yang bisa memberikan kehidupan yang harmonis. Dan jauhkan dari penggunaan kekerasan.

"Mudah-mudahan Pak Wiranto segera diberikan kesembuhan oleh Allah," harap Khofifah.

Menurutnya berbangsa, bernegara, beragama, dan berpancasila adalah menjadi satu bentuk kesatuan. Dan tidak boleh dihadap-hadapkan.

"Maka pesan saya jangan berbangsa, beragama, berpancasila itu dihadap-hadapkan. Kalau salah paham maka sangat mungkin terjadi kejadian sebagaimana yang terjadi Pandegelang. Bagaimana seorang Menkopulhukam menadapatkan perlakuan yang menurut saya mencelakakan dengan kekerasan," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Kasus Penusukan Wiranto, Pelaku Wanita dan Pria Tinggal di Satu Kontrakan, Densus 88 Bergerak

40 Persen Truk yang Operasional di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Perlu Diremajakan

Kisah Hyemii Sa Warga Kediri Sukses Kelola Instagram

Ia menegaskan mengapa ada proses politik di negara ini, pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan walikota tujuannya adalah untuk menjaga agama dan menata negara.

"Kalau negara tidak diatur, lalu bagaimana jadinya," kata Khofifah.

Ia memberikan contoh kecil misalnya dalam kesatuan Polres, tiba tiba semua jajarannya cuti secara bersamaan. Maka tentu yang terjadi chaos. Kejahatan merajalela dan sebagaimana.

"Maka mrilah kita pahami bersama bagaimana sebuah sistem menjaga agama dan mengatur negara itu bisa berjalan saling berseiring. Jangan dibuat ini berhadap-hadapan," tegas Khofifah.

Ia lalu memimpin jamaah Tahlil Qubro yang hadir di Bakorwil Madium untuk membaca surat Al-Ikhlas sebanyak sebelas kali. Dengan mendoakan agar Indonesia aman, damai, kondusif, makmur sejahtera dan Jawa Timur penuh berkah.(Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved