Bank Commonwealth: Iklim Investasi di Indonesia Dipengaruhi Ekonomi Global dan Kondisi Politik

Bank Commonwealth manyatakan bahwa iklim pasar investasi masih di pengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan politik Indonesia.

Bank Commonwealth: Iklim Investasi di Indonesia Dipengaruhi Ekonomi Global dan Kondisi Politik
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
(Kanan) Ivan Jaya selaku Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth mengatakan, Indonesia masih menjadi sasaran investasi investor asing di tengah berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kamis (11/10/2019) di Bank Commonwealth Jalan Panglima Sudirman Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank Commonwealth manyatakan bahwa iklim pasar investasi masih di pengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan politik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ivan Jaya selaku Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth.

"Iklim pasar investasi masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan politik Indonesia yang mendadak bergejolak di masa akhir pemerintahan Joko Widodo periode I (2014-2019)," katanya, Jumat (11/10/2019) di Bank Commonwealth Jalan Panglima Sudirman Surabaya.

Indonesia Masih Jadi Ladang Investasi Asing, Bank Commonwealth: Obligasi Lebih Menarik dari Saham

Bahkan, kondisi ekonomi global masih dipenuhi sentimen seputar potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih belum menemukan titik terang.

Belum lagi, lanjut Ivan, penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat di pertengahan September masih belum mampu membawa perubahan arah investasi, karena investor masih berada pada posisi risk off mode.

"Di samping itu, penyerangan ladang minyak Arab Saudi oleh drone yang tidak dikenal memperkeruh kondisi politik dunia dan di saat bersamaan kondisi geopolitik Asia semakin panas setelah demonstrasi Hongkong yang belum berakhir, disusul oleh demonstrasi di Indonesia," ujarnya

Melihat kondisi tersebut, masih kata Ivan, Bank Commonwealth merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi investasi ke obligasi retail seperti "ORI-016" yang bisa dibeli secara online untuk meraup hasil yang optimal.

Bank Commonwealth Dukung Pemerintah Meningkatkan Indeks Literasi Asuransi Indonesia Melalui Digital

Obligasi Negara Ritel (ORI) dijelaskannya merupakan salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Mitra Distribusi di Pasar Perdana.

"Pemerintah kembali menawarkan ORI kepada masyarakat Indonesia dengan seri ORI-016 sebagai alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau dan menguntungkan. Dimana ORI-016 merupakan seri pertama ORI yang diterbitkan secara online melalui sistem e-SBN," jelasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved