Kasus Penusukan Wiranto, Pelaku Disebut Stress Tahu Ketuanya Ditangkap Polisi

Mabes Polri, menyatakan penikam Menkopolhukam Wiranto terpapar paham radikal ISIS melalui kelompok JAD (meski tak berafiliasi)

net
Beredar foto wajah laki-laki berbaju gelap dan perempuan berambut bergelombang yang diduga merupakan pelaku penusukan Menko Polhukam, Wiranto.(Twitter: Airin_NZ) 

Aksi yang dilakukan terhadap Wiranto, ia menjelaskan, adalah aksi spontan.

(Fakta-fakta Pelaku Penyerangan Wiranto, Suami Istri Beda Usia 31 Tahun hingga Ada Pistol Dikontrakan)

Dedi menjelaskan, dari pola yang dimiliki jaringan-jaringan teroris, tahapan yang dilakukan SA baru berada di tahapan ketiga yang dinamakan dengan istilah 'taklim khusus'.

Taklim khusus tersebut diistilahkan mereka sebagai tahapan 'orang-orang yang sudah mendapat penilaian cukup kuat dari tokoh perekrutnya' untuk bergabung sebagai simpatisan.

Adapun tahapan pertama merupakan tahap perencanaan awal yang berupa membangun komunikasi intens baik langsung (verbal) maupun tidak langsung (melalui media sosial).

"Di situ ada tokoh yang biasa rekrutmen kepada orang-orang yang memiliki simpati kepada perjuangan ISIS," kata dia.

Kemudian tahapan kedua diistilahkan mereka sebagai taklim umum, berupa ajaran-ajaran cara menyerang untuk mematangkan sisi mental dan spiritual yang bersangkutan.

Selanjutnya, ada dua tahapan lainnya yang harus mereka lalui agar bisa melakukan aksi penyerangan mereka kepada target, dalam hal ini adalah pemerintah dan kepolisian. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tusuk Wiranto, Pelaku SA Ngaku Stres karena Perekrutnya Tertangkap Polisi", 
Penulis : Deti Mega Purnamasari
Editor : Diamanty Meiliana

(GP Ansor dan Pemuda Pancasila Sidoarjo Kecam Paham Radikal Dalam Kasus Penusukan Wiranto)

Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved