Prediksi Bank Sentral Turunkan Suku Bunga, Bank Commonwealth Sarankan pada Nasabah Dua Investasi Ini

Bank Commonwealth sarankan nasabah memilih investasi reksa dana dan obligasi di tengah prediksi penurunan nilai suku bunga.

Prediksi Bank Sentral Turunkan Suku Bunga, Bank Commonwealth Sarankan pada Nasabah Dua Investasi Ini
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
(Kanan) Ivan Jaya selaku Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth mengatakan, Indonesia masih menjadi sasaran investasi investor asing di tengah berlangsungnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kamis (11/10/2019) di Bank Commonwealth Jalan Panglima Sudirman Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank Commonwealth sarankan nasabah memilih investasi reksa dana dan obligasi di tengah prediksi penurunan nilai suku bunga yang akan di lakukan Bank Sentral.

Hal tersebut diungkapakan langsung oleh Ivan Jaya selaku Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth.

“Bank Sentral di penjuru dunia diprediksi akan melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan nilai suku bunga," katanya, Jumat (11/10/2019) di Bank Commonwealth Jalan Panglima Sudirman Surabaya.

Melihat prediksi kondisi tersebut, lanjut Ivan, maka Bank Commonwealth sarankan nasabah memilih reksa dana dan obligasi sebagai investasi yang tepat.

Bank Commonwealth: Iklim Investasi di Indonesia Dipengaruhi Ekonomi Global dan Kondisi Politik

"Kita sarankan reksa dana dan obligasi sebagai investasi karena selain kondisi terkait penurunan nilai suku bunga yang akan di lakukan Bank Sentral," jelas Ivan.

Di sisi lain, lanjutnya, secara bersamaaan jika dilihat dari sisi domestik karena terjadi prosesi pelantikan Presiden Indonesia yang diprediksi berlangsung aman.

"Walaupun beberapa waktu sempat terjadi demonstrasi, pemilihan reksa dana dan onligasi akan menjadi katalis positif bagi Indonesia," ujarnya.

Indonesia Masih Jadi Ladang Investasi Asing, Bank Commonwealth: Obligasi Lebih Menarik dari Saham

Di tengah kondisi seperti ini, Ivan merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi investasi untuk meminimalisir risiko kerugian yang akan dihadapi di saat pasar masih tak menentu.

Menurutnya, reksa dana dan obligasi saat ini dapat menjadi pilihan diversifikasi investasi yang tepat.

"Kita ajukan maupun sarankan reksa dana dan obligasi saat ini karena berdasarkan data historis, pasar saham Indonesia umumnya positif di kuartal 4, sementara itu pasar obligasi berpotensi menguat saat era penurunan suku bunga," tambahnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved