Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Jadi Produksi Pengetahuan Budaya

Festival Gandrung Sewu yang rutin digelar tiap tahun di Banyuwangi telah menjadi ikon.

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Jadi Produksi Pengetahuan Budaya
SURYA/HAORRAHMAN
Festival Gandrung Sewu di tepi Pantai Marina Boom berlatar Selat Bali, 2018. 

TRIBUNJATIM.COM - Festival Gandrung Sewu yang rutin digelar tiap tahun di Banyuwangi telah menjadi ikon.

Ribuan penari yang beraksi di tepi Pantai Marina Boom berlatar Selat Bali selalu mengundang minat ribuan wisatawan tiap tahunnya.

Selain menjadi atraksi wisata yang memukau, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, Festival Gandrung Sewu juga mampu memproduksi pengetahuan budaya, khususnya bagi generasi muda.

”Idealnya, sebuah festival bukan semata-mata memproduksi produk seni budaya, tapi juga harus mampu memproduksi pengetahuan budaya. Inilah yang kami ikhtiarkan di Banyuwangi. Jadi festival bukan hanya atraksi wisata, tapi juga bagian integral dari upaya pemajuan kebudayaan,” ujar Abdullah Azwar Anas, Jumat (11/10/2019).

Cara Banyuwangi Jaga Kerukunan Umat Beragama, Ada Rapat Koordinasi Rutin Hingga Proteksi Ekonomi

VIDEO: Yuk Liburan ke Air Terjun Madakaripura Probolinggo, Air Terjun Tertinggi di Pulau Jawa

Terkait Festival Gandrung Sewu, sambung Abdullah Azwar Anas, dari aspek pariwisata telah terbukti terus meningkat kualitasnya, sehingga ditetapkan sebagai 10 Best Calendar of Event pariwisata Indonesia.

Pada saat bersamaan, Festival Gandrung Sewu memproduksi pengetahuan budaya melalui serangkaian workshop, latihan, diskusi tema, hingga seleksi penari-penari baru yang melibatkan ribuan anak muda Banyuwangi.

”Tahun ini, misalnya, dari 1.300 seniman muda yang terlibat di Festival Gandrung Sewu, 60 persen di antaranya adalah penari baru. Artinya ada proses regenerasi. Selama proses persiapan, mereka ikut workshop, latihan, diskusi-diskusi, nah dari sanalah pengetahuan budaya diproduksi dan didistribusikan untuk anak-anak muda dengan melibatkan seniman, budayawan, komunitas sanggar seni, hingga guru-guru,” ujarnya.

Festival Gandrung Sewu di tepi Pantai Marina Boom berlatar Selat Bali, 2018.
Festival Gandrung Sewu di tepi Pantai Marina Boom berlatar Selat Bali, 2018. (SURYA/HAORRAHMAN)

Selain kepada anak-anak muda pelaku seni, produksi pengetahuan budaya juga menyasar khalayak umum lewat berbagai saluran.

”Termasuk nanti pas pelaksanaan, ada pengetahuan yang bisa disimak melalui sendratari dan beragam materi promosi. Jadi kita harapkan, festival bukan hanya berdampak pada ekonomi, tapi juga peningkatan pengetahuan budaya warga,” jelas Abdullah Azwar Anas.

6 Kuliner Enak di Sekitar Lokasi Festival Tari Gandrung Sewu Banyuwangi, Lezat dan Menggugah Selera!

Indahnya Pantai Gatra Malang, Bisa Kemah Bareng Keluarga Sambil Nikmati Alam Asri, Bersih Banget!

Abdullah Azwar Anas menambahkan, sesuai Undang-undang Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, obyek pemajuan kebudayaan harus dilakukan inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, dan penyelamatan.

Obyek pemajuan kebudayaan sendiri terdiri atas sepuluh hal, mulai tradisi lisan, adat istiadat, manuskrip, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, hingga ritus

”Di Banyuwangi, berbagai obyek pemajuan kebudayaan itu dirayakan dalam berbagai festival sepanjang tahun, salah satunya Festival Gandrung Sewu. Jadi festival bukan semata-mata peristiwa pariwisata, tapi juga bagian dari formula baru kerja kebudayaan untuk mendorong pemajuan kebudayaan,” jelasnya.

Ketua Panitia Festival Gandrung Sewu, Budianto menambahkan, aksi kolosal ribuan penari gandrung tahun ini bertema ”Panji-Panji Sunangkoro” yang dibalut dalam sendratari berkisah perjuangan heroik rakyat Blambangan melawan kolonialisme Belanda.

”Digelar rutin sejak delapan tahun terakhir, Festival Gandrung Sewu tiap tahunnya mengangkat tema berbeda. Regenerasi pelaku seni hingga produksi pengetahuan budaya berlangsung dalam proses itu,” ujarnya. (Haorrahman)

Indonesia Borong Penghargaan di Sidang Majelis ICAO Kanada, API Banyuwangi Raih Silver

VIDEO: Nikmatnya Kuliner Ikan Bakar Kampung Iwak dan Wisata Pemancingan Kalanganyar Sidoarjo

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved