Tim Cyber Polisi Surabaya Sudah Pantau Penyerangan Antar Geng, Ada Pro Kontra Perdamaian 2 Geng Itu

Tim Cyber Polisi Surabaya Sudah Pantau Penyerangan Antar Geng, Ada Pro Kontra Perdamaian 2 Geng Itu.

Tim Cyber Polisi Surabaya Sudah Pantau Penyerangan Antar Geng, Ada Pro Kontra Perdamaian 2 Geng Itu
TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Polisi Kembali Gagalkan Aksi Geng Allstar yang Diduga Hendak Tawuran dengan KP Jawara 

Tim Cyber Polisi Surabaya Sudah Pantau Penyerangan Antar Geng, Ada Pro Kontra Perdamaian 2 Geng Itu

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski sempat didamaikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (10/10/2019) lalu, dua geng yang mayoritas anggotanya anak di bawah umur di Surabaya kembali berseteru.

Rencana perseteruan itu gagal setelah polisi mengikuti aktivitas mereka melalui tim cyber Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kali ini, polisi menyasar titik kumpul beberapa anggota geng All Star yang ada di Taman Mundu, Tambaksari Surabaya, Sabtu (12/10/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

BREAKING NEWS: Belasan ABG Kumpul di Taman Mundu Mau Tawuran Antar Geng, Dipergoki Polisi Surabaya

Tri Rismaharini Marahi Anak-anak Anggota Geng yang Hendak Tawuran, Suruh Cium Kaki Ibu

Perankan Ketua Geng di Film Bebas, Akting Sheryl Sheinafia Dipuji Artis Korea Kang Sora

"Memang dari pantauan tim cyber mereka hendak melakukan penyerangan di Simo Pomahan Surabaya, markas yang diduga milik geng KP Jawara," sebut AKBP Sudamiran, dilokasi.

Lebih lanjut, AKBP Sudamiran membeberkan bagaimana sikap anggota di masing-masing geng ini menyikapi perdamaian yang digagas oleh polisi dan pemerintah kota Surabaya.

"Dalam geng ini tidak ada ketua, namun ada admin-admin yang membawahi ratusan anggota. Jumlahnya kalau dihitung bisa ribuan anggota. Dan mereka masih pro kontra terhadap perdamaian yang digagas," lanjut perwira dua melati ini.

Polisi tak akan pernah berhenti menguntit setiap gerak dua kelompok ini.

Sebanyak 17 anak dibawah umur yang tergabung dalam geng All Star dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Mereka akan diperiksa dan diberi pembinaan sebelum dijemput orang tua dan guru sekolah mereka.

Dari 17 anak yang diamankan, dua diantaranya perempuan yang masih berusia 15 tahun.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua buah sabuk gesper besi, dua buah gitar kecil dan beberapa handpone yang akan diperiksa oleh kepolisian.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved