APPRI Luncurkan Standarisasi Rate Card dan Measurement Untuk Industri Kehumasan Indonesia

Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) meluncurkan Standarisasi Rate Card dan Measurement untuk industri kehumasan Indonesia, di Jakar

APPRI Luncurkan Standarisasi Rate Card dan Measurement Untuk Industri Kehumasan Indonesia
istimewa
Para anggota APTRI saat peluncuran Standarisasi Rate Card dan Measurement Untuk Industri Kehumasan Indonesia. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) meluncurkan Standarisasi Rate Card dan Measurement untuk industri kehumasan Indonesia, di Jakarta pekan lalu.

"Standarisasi ini hasil diskusi dari tim gugus tugas kecil yang dibentuk dan terdiri dari perwakilan beberapa agensi anggota APPRI dalam beberapa bulan, sehingga kami berharap hasil ini bisa diterima oleh dunia kehumasan di tanah air,” kata Joko S Nugroho, Ketua Umum APPRI dalam rilis yang diterima Minggu (13/10/2019).

Dalam kesempatan itu, PR Guru Indonesia Maria Wongsonagoro dan Miranti Abidin turut hadir dan mengapresiasi peluncuran Standarisasi APPRI ini.

“Ini penting untuk kemajuan industri PR di Indonesia,” ujar Maria kepada Tribunjatim.com.

Sementara Miranti menambahkan bahwa standarisasi ini sudah lama diidamkan.

“Sebagai pendiri APPRI, kami sudah lama memimpikan standarisasi ini dan kami bahagia akhirnya standarisasi ini diluncurkan juga,” tambahnya kepada Tribunjatim.com.

Diskon Hari Ini - Nikmati Promo CFC 60% hingga Gratis Cheesburger di Burger King!

Balita Tewas dengan Luka Lebam di Sekujur Tubuh, Sang Ibu Mengaku Anaknya Jatuh dari Kamar Mandi

Ada sekitar 18 jenis jasa Public Relations (PR) dalam standarisasi ini yang telah disepakati tarif bawahnya. Mulai dari jasa Media Relations (seperti konferensi pers), Media Monitoring, sampai biaya jasa mengelola akun media sosial.

“Selama ini pengukuran hasil kerja konsultan PR selalu disetarakan dengan nilai di industri periklanan. Karena itu, dengan peluncuran ini kami berharap para klien bisa memahami dan mengapresiasi,” tegas Jojo.

Standarisasi APPRI ini berisi formula baru untuk mengukur hasil publikasi pemberitaan media, supaya nilai publikasi (PR Value) lebih akurat dan didasarkan pada konsensus bersama.

“Penting bagi agensi (Public Relations dan Digital) untuk punya standarisasi rate card dan measurement agar para pelaku industri PR tidak terjebak dengan strategi banting harga, tapi lebih bersaing dalam hal kualitas jasa kepada klien,” ujar Jojo.

Ia berharap, dengan ada Standarisasi APPRI ini menjadi awal dari kesolidan agensi public relations dan agensi digital lokal untuk berkolaborasi.

APPRI akan menyebarkan hasil standarisasi rate card and measurement ini kepada seluruh korporasi yang selama ini sudah, atau baru berencana menggunakan jasa agensi public relations dan digital di Indonesia, baik melalui kunjungan kerja maupun training.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved