Kejari Tulungagung Janjikan Awal Bulan Depan Ada Tersangka Dari PDAM

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tulungagung.

Kejari Tulungagung Janjikan Awal Bulan Depan Ada Tersangka Dari PDAM
SURYA/DAVID YOHANES
Kejari Tulungagung 

 TRIBUNJATIM.COM,TULUNGAGUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tulungagung.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Tulungagung, Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan panjang, terkait perkara ini.

Menurutnya, setelah melakukan penyelidikan, ada banyak dugaan penyimpangan di tubuh PDAM.

"Karena terlalu banyak dan mengembang, kami masih fokus untuk perkara dana operasional," terang Rahmat kepada Tribunjatim.com, Selasa (15/10/2019).

Rahmat mengaku menemukan perbuatan melawan hukum, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Bahkan Rahmat sudah punya hitungan estimasi kerugian negara yang timbul.

Namun ia menolak memaparkan besaran kerugian itu.

Anang Dibully Akibat Perbuatan 7 Tahun Lalu ke Kontestan, Kritikan Ari Lasso Buat Satu Studio Ngakak

Kronologi Suami Bakar Istri Hidup-hidup di Gayungan Surabaya, Kondisi Korban Diungkap Tetangga

Hotman Paris Sorot Kabar Pablo-Rey Copot Farhat Abbas, Lihat Reaksi Pengacara Fairuz, Tulis 1 Kata

"Yang punya kopetensi menghitung nanti adalah auditor. Kalau saya ungkapkan nanti malah salah," sambung Rahmat kepada Tribunjatim.com.

Rahmat sudah memeriksa lebih dari 30 orang saksi.

Mereka terdiri dari para ASN internal PDAM, dan pihak luar yang berhubungan dengan PDAM.

Masih menurut Rahmat, para terperiksa itu antara lain Direktur PDAM, pejabat setingkat kepala bagian dan kepala seksi.

"Yang dari internal lebih dari 10 orang. Tinggal hitung saja, kasi, kabag jumlahnya berapa," tutur Rahmat.

Dari perkembangan penyidikan yang tengah berjalan, Rahmat memastikan, awal Bulan November 2019 akan ditetapkan tersangka.

Selain itu, ada perkara lain yang anak naik statusnya, dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Kasusnya kan dipecah-pecah. Kalau ada fakta baru, masih meungkin mengembang lagi," pungkas Rahmat. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved