RSUD dr Soetomo Tangani 20 Pasien Luka Bakar Tiap Bulannya, Prosedur Perawatan Sesuai Penyebab Luka

RSUD dr Soetomo Tangani 20 Pasien Luka Bakar Tiap Bulannya, Prosedur Perawatan Sesuai Penyebab Luka.

RSUD dr Soetomo Tangani 20 Pasien Luka Bakar Tiap Bulannya, Prosedur Perawatan Sesuai Penyebab Luka
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Dokter Rekonstruksi Estetik Dr dr Lynda Hariani di FK Unair 

RSUD dr Soetomo Tangani 20 Pasien Luka Bakar Tiap Bulannya, Prosedur Perawatan Sesuai Penyebab Luka

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - RSUD Dr Soetomo menangani sebanyak 15 hingga 20 pasien luka bakar setiap bulan.

Penanganan pasien tersebut tergolong luka bakar berat.

"Memang kasus masih banyak tapi bukan semakin banyak. Rata-rata mungkin antara 15 an sampai 20," kata Dokter Rekonstruksi Estetik Dr dr Lynda Hariani di FK Unair, Selasa (15/10/2019).

Sutiaji Sambangi Petugas Damkar yang Luka Bakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Tebu Malang

Terperosok Saat Memadamkan Api, Petugas Damkar Kota Malang Alami Luka Bakar

Ban Pecah, Mobil Pikap Muatan Pepaya Terguling di Tol Kertosono-Ngawi, Satu Penumpang Luka

Dari pasien yang dirawat di RSUD Soetomo, Lynda mengatakan tingkat hidup pasien lebih baik.

Artinya, pasien dapat survive menjalani perawatan dan pemulihan dari luka bakar.

"Saat ini 75 persen lebih baik, pasien dengan luka bakar berat yang dibawa datang ke soetomo bisa survive tapi kami harapannya lebih dari itu," kata dia.

Prosedur perawatan pasien luka bakar dilakukan sesuai tingkatan dan penyebab luka.

"Luka berat dengan elektrik injury misalnya, kimia, pasien anak-anak atau orang tua yang terkena wajah, tangan, alat vital itu pasti dirujuk ke tipe A karena itu berat," kata dia.

Proses penyembuhannya pun dinilai Lynda tergantung pada beberapa faktor mulai dari kedalaman maupun luas luka, usia pasien, penyakit lain dan aplikasi donor kulit penutup luka bakar.

"Hasilnya tergantung karena luka bakar itu sistemik. Tergantung faktor usia, faktor penyakit yang lain. Kalau tidak ada lapisan kulit waktu perawatan cukup panjang sebab tidak ada donor yang diaplikasikan," tutup Lynda.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved