10 Ribu Mahasiswa Terima Beasiswa Daerah dari Pemkab Jember

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memberikan beasiswa kepada 2.906 mahasiswa Jember tahun 2019.

10 Ribu Mahasiswa Terima Beasiswa Daerah dari Pemkab Jember
sri wahyunik/surya
Bupati Faida bersama penerima beasiswa daerah Pemkab Jember gelombang kelima 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memberikan beasiswa kepada 2.906 mahasiswa Jember tahun 2019.

Beasiswa daerah bagi mahasiswa asal Jember ini memasuki gelombang kelima. Program ini dimulai sejak gelombang pertama tahun 2017 lalu, dan tahun 2019 ini memasuki gelombang kelima.

Berdasarkan data yang dipaparkan Bupati Jember Faida, jumlah mahasiswa penerima beasiswa daerah ini total mencapai 10.119 orang. Lebih dari 10 ribu orang ini merupakan penerima gelombang pertama hingga kelima.

Rinciannya, gelombang pertama tahun 2017 sebanyak 1.524 orang, gelombang kedua tahun 2018 1.474 orang, gelombang ketiga tahun 2018 sebanyak 2.281 orang, gelombang keempat tahun 2018 sebanyak 1.707 orang, dan gelombang kelima tahun 2019 sebanyak 2.906 orang.

"Totalnya mencapai 9.892 orang, dan jika ditambah dengan penerima beasiswa untuk S-2 dan S-3, jumlah totalnya mencapai 10.119 orang," ujar Faida saat berpidato di acara Kongres 10.000 Mahasiswa Beasiswa D3/D4/S1 Tahun 2019 di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Selasa (15/10/2019).

Pemuda di Pangandaran Bunuh Janda Pemilik Warung Kopi, Marah Gara-gara Ajakan Nikah Ditolak

Dua Istri Wabup Blitar Unggul dalam Pilkades Serentak di Kabupaten Blitar

Terancam Masuk Bui Kasus Elza Syarief, Nikita Mirzani Kenang Kehidupan di Penjara, Gak Ada Masalah

Faida menambahkan animo mahasiswa untuk beasiswa daerah gelombang kelima lebih tinggi dibandingkan gelombang sebelumnya. Di gelombang kelima, lanjutnya, penerima didominasi oleh guru TK dan PAUD.

"Mereka memang guru tetapi masih kuliah. Jadi program ini sekaligus untuk meningkatkan sumber daya guru," imbuh Faida.

Penerima beasiswa daerah ini merupakan mahasiswa asli Jember yang dibuktikan dengan KTP Jember. Mereka juga harus berasal dari keluarga tidak mampu.

"Saya akui, program ini masih belum sempurna karena terus kami sempurnakan. Ada yang protes ke saya, kenapa persyaratan beasiswa daerah gelombang kelima ini semakin repot, karena menyertakan SKTM (surat keterangan tidak mampu) karena beasiswa ini merupakan hibah bantuan sosial. Sesuai aturannya harus menyertakan SKTM," tegas Bupati Faida.

Beasiswa daerah untuk mahasiswa ini diambilkan dari APBD Jember. Selama lima gelombang anggaran yang dirogoh Pemkab Jember untuk program ini mencapai Rp 114,116 miliar. Khusus untuk anggaran gelombang kelima bagi mahasiswa D3/D4/S1 mencapai Rp 20,2 miliar.

Penerima merupakan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jember, seperti IAIN, Universitas Terbuka, Unmuh Jember, juga Universitas Jember.

Faida menegaskan, sebelum mahasiswa menerima beasiswa tersebut, Pemkab Jember melakukan verifikasi. Verifikasi antara lain dokumen mahasiswa (KTP dan SKTM), juga tidak menerima beasiswa dari tempat lain.

"Tidak boleh ada dobel. Satu satu penerima yang harus mengembalikan beasiswa daerah karena ternyata dia menerima beasiswa Bidikmisi. Jadi memang tidak boleh dobel," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Beasiswa daerah itu terdiri atas pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan biaya hidup sebesar Rp 750.000 per bulan selama empat bulan. UKT dibayarkan langsung ke perguruan tinggi masing-masing.

Bupati Faida berharap, beasiswa ini menunjang pendidikan para mahasiswa tersebut. "Sehingga meningkatkan sumber daya pendidikan di Kabupaten Jember. Ini juga termasuk pemenuhan 22 Janji Bupati dan Wakil Bupati," pungkas Faida. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved