Pasrahnya Dimas Kanjeng Didakwa Tipu Santri Padepokan 13,9 M, Benarkan Isi Dakwaan & Tanpa Pengacara

Pasrahnya Dimas Kanjeng Didakwa Tipu Santri Padepokan 13,9 M, Benarkan Isi Dakwaan & Tanpa Pengacara.

Pasrahnya Dimas Kanjeng Didakwa Tipu Santri Padepokan 13,9 M, Benarkan Isi Dakwaan & Tanpa Pengacara
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Dimas Taat Pribadi saat jalani sidang di PN Surabaya, Rabu, (16/10/2019) 

Pasrahnya Dimas Kanjeng Didakwa Tipu Santri Padepokan 13,9 M, Benarkan Isi Dakwaan & Tanpa Pengacara

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali disidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Kali ini pemilik padepokan di Probolinggo ini diadili atas kasus dugaan penipuan

JPU Novan Arianto dalam surat dakwaannya dijelaskan Dimas Taat Pribadi telah menipu mendiang Najmiah Rp 13,9 miliar. Najmiah yang berasal dari Makassar menjadi santri padepokan sejak 2013.

Lama Tak Terdengar, Dimas Kanjeng Taat Pribadi Kembali Disidang di PN Surabaya

Dimas Kanjeng Hanya Divonis Nihil Hakim PN Surabaya, Padahal Terbukti Lakukan Tindak Penipuan

Berikut Hal yang Memberatkan dan Meringankan Dimas Kanjeng hingga Divonis Nihil Atas Kasus Penipuan

Setiap Najmiah datang ke padepokan, Dimas Kanjeng memperlihatkan praktik menggandakan uang. Dia lalu mentransfer Rp 13,9 miliar ke rekening Suryono, pengikut Dimas Kanjeng untuk digandakan. 

Uang itu sebagian diserahkan Dimas Kanjeng untuk digandakan, sebagian lagi diserahkan ke pengikut lainnya untuk pembangunan padepokan. Namun, uang itu diklaim tidak kembali.

Dua pengikut Dimas Kanjeng, Sultan Agung Abdul Salam dan Sultan Agung Suryono dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut.

Najmiah mentransfer uang itu kepada Suryono karena sudah lama berkolega. Dia menyatakan bahwa uang itu diterima koleganya sesama pengikut bernama Heriyanto. 

"Setiap ada dana yang masuk, saya laporkan ke Dimas Kanjeng. Tapi uangnya saya berikan cash kepada Heriyanto," ujarnya, Rabu, (16/10/2019). 

Sementara itu, Salam, saksi lain menyatakan bahwa Najmiah memberikan uang itu untuk pembangunan padepokan. "Dia datang ke padepokan. Tanya uangnya nantinya untuk apa, saya jawab untuk kemaslahatan umat, dia mau nyumbang," tuturnya.

Sementara itu, Dimas Kanjeng yang tidak didampingi pengacara tidak keberatan dengan dakwaan dan keterangan saksi-saksi.

Dalam persidangan, dia membenarkan semuanya. Dimas Kanjeng sebelumnya disidang dua kaliuntuk perkara pembunuhan dan penipuan di Probolinggo. 

Dia divonis 18 tahun penjara untuk pembunuhan dan tiga tahun penjara untuk penipuan. Sementara itu, dalam sidang penipuan di PN Surabaya, dia divonis nihil.

Sebab, secara kumulatif Dimas sudah divonis 21 tahun penjara dan undang-undang tidak membolehkan terdakwa dihukum lebih dari 20 tahun penjara. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved