Apepi: Persaingan Dagang Industri Perhiasan di Era Revolusi Industri 4.0 Ditentukan Teknik Finishing

Apepi menyatakan persaingan perdagangan perhiasan emas dan perak di era Revolusi Industri 4.0 terkait kualitas dan teknik

Apepi: Persaingan Dagang Industri Perhiasan di Era Revolusi Industri 4.0 Ditentukan Teknik Finishing
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Jeffrey Tumewa selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) saat memberikan sambutan di Opening Ceremony Surabaya International Jewellery Fair 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) menyatakan persaingan perdagangan perhiasan emas dan perak di era Revolusi Industri 4.0 maupun era Global adalah terkait kualitas dan teknik finishingnya.

Hal tersebut ungkapkan langsung oleh Jeffrey Tumewa selaku Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) saat mengisi sambutan di acara Opening Ceremony Surabaya International Jewellery Fair 2019 yang berlokasi di Hotel Shangri-La Surabaya.

"Didalam era global persaingan perdagangan perhiasan emas dan perak saat ini persiangan bukan saja dari desain, akan tetapi kualitas dan teknik finishing yang sempurna sangatlah berperan dalam merebut pasar dan peluang perdagangan perhiasan emas dan perak," kata dia, Kamis (17/10/2019) Hotel Shangri-La.

Opening Ceremony Surabaya International Jewellery Fair 2019, APEPI: Pameran Diikuti 100 Pengusaha

Nilai Ekspor Perhiasan Terus Meningkat, Kemenperin: Mampu Genjot Ekspor Non Migas Indonesia

Dikatakannya, bahwa peningkatan sumber daya manusia yang punya nilai jual serta teknik pembuatan perhiasan menjadi satu kewajiban bagi pengusaha perhiasan.

"Di Indoneaia ini kita sangat beruntung, karena kita mempunyai semua bahan baku. Baik itu emas, perak, tembaga, berlian dan batu-batuan," ujar Jeffrey

Bahkan, lanjut Jeffrey, Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia kini kreatifitasnya sangat tinggi.

Dengan banyaknya kelebihan tersebut khususnya, yang dimiliki Indonesia, masih kata Jeffrey, maka APEPI harapkan dengan adanya bermacam-macam budaya yang ada di Indonesia juga bisa menjadikan sumber kreatifitas desain yang tidak pernah habis.

"Dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan dan regulasi tentu akan memudahkan industri kreatif perhiasan yang makin bersinar dan berpeluang mendatangkan devisa kepada pemerintah," pungkasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved