Kemiskinan Tinggi Bupati Lampung Timur Belajar ke Banyuwangi

Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, melakukan studi tiru tentang penanggulangan kemiskinan ke Banyuwangi.

Kemiskinan Tinggi Bupati Lampung Timur Belajar ke Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Rombongan Kabupaten Lampung Timur diterima oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko. 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, melakukan studi tiru tentang penanggulangan kemiskinan ke Banyuwangi. Ini atas rekomendasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Tingkat kemiskinan di Lampung Timur masih cukup tinggi. Kemenpan mengarahkan kami untuk belajar ke Banyuwangi, karena daerah ini dinilai sukses menurunkan angka kemiskinannya,” kata Zaiful, Kamis (17/10).

Zaiful datang bersama rombongan besar yang terdiri atas Asisten 2 dan 3, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Humas Protokol, serta sejumlah jajaran Bappeda Kabupaten Lampung Timur.

Zaiful menambahkan, selain penanggulangan kemiskinan, kedatangannya ini juga untuk memperluas wawasan terkait tata kelola pemerintahan, seperti Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

“Banyuwangi sudah dua kali meraih nilai SAKIP A dan menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mendapat nilai A. Jadi tidak salah kan kalau kami belajar ke sini,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Rombongan Lampung Timur berada di Banyuwangi selama tiga hari sejak Rabu-Jumat, 16-17 Oktober. Selama di Banyuwangi mereka sempat mengunjungi tempat-tempat pelayanan publik dan sejumlah destinasi wisata. Seperti, Pantai Pulau Merah, Hutan De’Djawatan, hingga resort berlatar Selat Bali ‘Villa Solong’. Tak hanya itu, mereka juga mencicipi kuliner khas Banyuwangi, seperti Nasi Tempong.

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, menyambut baik kehadiran rombongan Lampung Timur. Yusuf mengatakan senang inovasi Banyuwangi bisa menjadi inspirasi dan dicontoh banyak daerah lain. Ini juga menjadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk belajar dari daerah lain yang berkunjung.

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Lahan Rongsokan di Rungkut Surabaya, Ada Bara Api yang Belum Padam

Hotman Paris Heran Nikita Mirzani Belum Puas soal Tubuhnya, Masih Mau Permak Rp 800 Juta ke Korea

Identitas Mayat Pria di Sungai Watu Ondo Terkuak, Istrinya Hamil 7 Bulan, Kondisi Jasad Diungkap

“Ini adalah bentuk kolaborasi antar daerah yang bisa menjadi pintu tercapainya kemajuan bersama. Saat tamu dari daerah lain ke sini, kami kerap saling berdiskusi dan belajar. Kami saling sinergi untuk pengembangan masing-masing daerah,” kata Yusuf.

Terkait penanggulangan kemiskinan, Wabup menjelaskan bahwa keberhasilan Banyuwangi dalam menurunkan angka kemiskinan adalah berkat strategi keroyokan bersama banyak pihak.

“Pemerintah, BUMN, dan swasta bergandengan tangan saling mendukung menyelesaikan masalah-masalah kemiskinan. Sebab jika hanya mengandalkan dana dari APBD, masalah kemiskinan tidak akan pernah selesai,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Pemkab juga membentuk Tim Pemburu Kemiskinan, Tim Pemburu Anak Putus Sekolah, menggelar pelatihan bagi perangkat desa untuk bisa menyelesaikan urusan pembuatan Surat Pernyataan Miskin (SPM) di tingkat desa, hingga meluncurkan Aplikasi Jalin Kasih, sebuah aplikasi pengentasan kemiskinan terintegrasi yang berisi data digital semua masalah kemiskinan yang sangat rinci berbasis geospasial.

“Langkah-langkah ini membuahkan hasil yang cukup baik. Dari 20,9 persen (2010), kini angka kemiskinan kami tinggal 7,8 persen” tambahnya. (haorrahman/Tribunjatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved