Kronologi Tahanan Kasus Beri Keterangan Palsu Wafat di Lapas Lowokwaru, Kuasa Hukum Kuak Sebabnya

Kronologi Tahanan Kasus Beri Keterangan Palsu Wafat di Lapas Lowokwaru, Kuasa Hukum Kuak Sebabnya.

Kronologi Tahanan Kasus Beri Keterangan Palsu Wafat di Lapas Lowokwaru, Kuasa Hukum Kuak Sebabnya
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Hartanto Pakpahan ketika bersama Suhari saat masih hidup 

Kronologi Tahanan Kasus Beri Keterangan Palsu Wafat di Lapas Lowokwaru, Kuasa Hukum Kuak Sebabnya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Seorang tahanan kasus pemberian keterangan palsu, Suhari, warga Jalan Jodipan Wetan Gang 3, Kecamatan Blimbing, meninggal di dalam Lapas Klas I A Lowokwaru pada Rabu (16/10/2019) malam.

Penyebab meninggalnya Suhari diduga karena serangan jantung.

Kuasa hukum Suhari, Hartanto Pakpahan mengatakan kliennya ditahan oleh Polres Malang Kota sejak 17 September 2019.

Padahal kata dia, surat penangguhan penahanan lantaran Suhari berusia lanjut dan menderita penyakit jantung koroner.

Reaksi Wali Kota Sutiaji Seusai Tangkap Terduga Teroris di Malang : Radikalisme Ditangkal Sejak Dini

Aksi Komplotan Curi Motor di Malang Gasak Motor 12 TKP, Sisir Motor di Teras Rumah, Didor Saat Kabur

Pencuri Kotak Amal Masjid di Kota Malang Terciduk Saat Beraksi, Pelaku Dipantau dari CCTV

"Sampai sekarang surat penangguhan penahanan belum dijawab oleh Polres," ujar pria yang akrab disapa Pakpahan, Kamis (17/10/2019).

Ia mengklaim telah melampirkan surat keterangan sakit dari dokter bersama surat penangguhan penahanan. Namun pada 4 Oktober, Suhari malah dijebloskan ke Lapas Klas I A Lowokwaru lantaran ada perpanjangan penahanan.

"Saya mengajukan surat itu 19 September. Alasannya karena klien saya sudah tua. Harus mendDiapat perawatan karena ada penyakit jantung," ucapnya.

Pakpahan mengaku kaget saat mendapat kabar terkait kematian kliennya di Lapas Klas I Lowokwaru. Ia juga mendatangi Mapolres Malang Kota untuk mendapatkan penjelasan.

"Kita tunggu lah nanti penjelasannya bagaimana," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP komang Yogi mengatakan telah mendapat izin dari dokter sebelum menahan Suhari. Selama mendekam di tahanan Polres Malang Kota, laki-laki berusia 69 tahun itu juga sehat.

"Baru kemarin saat di Lapas informasinya sakit," tutur Komang.

Selain itu lanjut Komang, dokter juga memberikan rekomendasi boleh dilakukan penahanan terhadap Suhari. Jenazah Suhari dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah RS Saiful Anwar untuk divisum.

"Visumnya sambil menunggu dari RS," ujarnya.

Sebagai informasi, Suhari adalah tersangka pemberian keterangan palsu dalam akta otentik. Suhari diduga melanggar pasal 266 KUHP dan diancam pidana maksimal 7 tahun penjara.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved