Tampilkan Kolase Hitam Putih, Ilustrator Surabaya Ceritakan Keterpurukannya di Loby Artotel Surabaya

Memulai aktivitas di Jalanan Surabaya sebagai seorang street artist pada 2009, kini Syarief Ravsanzani lebih dikenal sebagai ilustrator

Tampilkan Kolase Hitam Putih, Ilustrator Surabaya Ceritakan Keterpurukannya di Loby Artotel Surabaya
SURYA.CO.ID/AHMAD ZAIMUL HAQ
Pengunjung mengamati karya seni karya The Broy bertajuk Retarded Personality To Indentity di lobby Artotel, Kamis (17/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memulai aktivitas di Jalanan Surabaya sebagai seorang street artist pada 2009, kini Syarief Ravsanzani lebih dikenal sebagai ilustrator yang akrab disapa The Broy atau Ayi.

Pria berusia 29 tahun itu mengaku, kertas menjadi media yang paling disukainya dalam berkarya. Untuk itu ia lebih suka membuat karya kolase.

"Karena dalam desain, kertas itu kan kerap dijadikan sebagai media untuk coba-coba ya, kalau sudah pasti baru diaplikasikan ke kanvas, ke baju atau lainnya. Nah saya sayang, jadi daripada nyampah, kertas itu saya pakai untuk bikin karya, kolase," papar Ayi.

Salah satu karya kolasenya, mulai hari ini, Kamis (17/10/2019), terpajang di Lobi Hotel Artotel Surabaya.

Karya Seni Syarief Ravsanzani Retarded Identity to Personality, Ajak Pengunjung Nikmati Kehidupan

20 Seniman Muda Indonesia Visualisikan Karya Seni Rupa di Galeri Paviliun House of Sampoerna

Karya kolasenya yang berjudul Artefokh itu, tampil dengan nuansa hitam putih dan banyak karakter.

"Walaupun di sini terlihat sangat banyak karakter berbeda, tapi sebenarnya ada satu cerita dalam karya ini. Lebih ke bagaimana saya pernah merasa terpuruk, mengalami penolakan di sana sini, dan merasa menjadi dungu," papar Ayi.

Berkarya, disebut Ayi menjadi caranya untuk berekspresi dan menemukan dirinya yang utuh.

Melalui karyanya, Ayi pun berharap orang lain dapat menjadi dirinya sendiri, melalui perasaan terbelakang atau tidak beruntung lainnya.

Nuansa hitam putih dalam kolase Artefokh itu, disebut Ayi sebagai simbol yin dan yang. Melalui warna hitam dan putih, ia pun ingin menyampaikan pesan bahwa apa yang terlihat belum tentu adalah yang sebenarnya.

"Supaya kita jangan membandingkan hidup dengan orang lain, karena hitam kan nggak selalu gelap, putih juga belum tentu terang," tutur alumni Desain Komunikasi Visual UPN Veteran Jawa Timur itu.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved