Dipilih Jadi Pimpinan KPK di Usia 45, Saat Ada Aturan Minim 50 Tahun, Nurul Ghufron Angkat Bicara

Satu poin yang jadi sorotan di UU KPK hasil revisi, yakni 'usia minimal komisioner KPK 50 tahun'. Padahal Satu orang yang sudah terpilih berusia 45

Dipilih Jadi Pimpinan KPK di Usia 45, Saat Ada Aturan Minim 50 Tahun, Nurul Ghufron Angkat Bicara
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Nurul Ghufron 

Jika nantinya yang berlaku batas minimal 50 tahun, Nurul Ghufron mengaku bakal melayangkan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

"Jika yang berlaku batas minimal 50 tahun, maka saya akan mengajukan judicial review," pungkas Nurul Ghufron.

(UU KPK Hasil Revisi Mulai Berlaku, BEM UINSA Surabaya Tempuh Judicial Review ke MK : Jalur Realistis)

Nurul Ghufron adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember yang pada September lalu terpilih sebagai Komisioner KPK periode 2019 - 2023.

Namanya masuk dalam lima nama pimpinan KPK yang terpilih di Komisi III DPR RI, dari 10 nama yang disodorkan oleh panitia seleksi.

Dalam pemilihan di Komisi III, Ghufron mengantongi suara ketiga terbanyak dari lima orang, yakni 51 suara.

Nurul Ghufron yang juga mendaftar dalam ajang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jember juga akhirnya 'mundur' dari ajang tersebut.

Saat penyampaian visi dan misi bakal calon rektor pada 1 Oktober lalu, Nurul Ghufron meminta para pemilik suara di ajang Pilrek Unej untuk tidak memilih dirinya karena dia sudah terpilih sebagai pimpinan KPK.

Dia meminta para senat universitas memilih bakal calon rektor lain.

Nurul Ghufron juga memilih turun podium setelah menyampaikan hal itu kepada para pemilik suara.

Akhirnya pada tahapan pemilihan tiga nama calon rektor, tidak ada nama Nurul Ghufron.

Para senat disodori nama Bacarek Dafik, Djoko Poernomo, Agus Lutfi, Zulfikar, Iwan Taruna, Bambang Sujanarko, dan I Dewa Ayu Susilawati.

Dari tujuh nama, terpilih tiga nama calon rektor yakni Zulfikar (44 suara), Iwan Taruna (21), dann Dafik (17).

Reporter: Surya/Sri Wahyunik

(Profil-Biodata Nurul Ghufron, Pimpinan KPK yang Terancam Tak Bisa Dilantik menurut UU KPK Baru)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved