Bulan Depan PDAM Lamongan Alami Krisis Sumber Air Baku, Masyarakat Bakal Alami ini

Dampak menyusutnya debit air Bengawan Solo di Lamongan semakin meluas. Ini akibat kemarau panjang yang cukup ekstrim.

Bulan Depan PDAM Lamongan Alami  Krisis Sumber Air Baku, Masyarakat Bakal Alami ini
surya/Hanif Manshuri
Kondisi sungai Bengawan Solo baru musim ini dalam sejarah mengalami kering. Anak - anakpun tak takut bermakan di Bengawan Solo main pasir. Sementara banyak warga juga menjadikan Bengawan Solo sebagai lokasi refreshing dan wisata baru, Minggu (20/10/2019) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dampak menyusutnya debit air Bengawan Solo di Lamongan semakin meluas. Ini akibat kemarau panjang yang cukup ekstrim.

Tidak hanya mengancam kebutuhan air untuk irigasi. Namun juga untuk kebutuhan air minum, seperti yang ditangani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Bahkan debit air sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut hanya cukup memenuhi air baku PDAM Lamongan.

"Ya, hanya bisa mencukupi sampai awal bulan depan saja (Oktober, red)," kata Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahfud saat dikonfirmasi Surya.co.id.

Kepastian terbatasnya air itu ia dapatkan dari Perum Jasa Tirta 1. Jadi PDAM Lamongan yang mengambil suplai air dari wilayah barat bendung gerak Babat akan mengalami dampak sesuai yang diinformasikan Jasa Tirta 1.

Volume air Bengawan Solo terus mengalami penyusutan dan berimbas pada bahan baku untuk PDAM Lamongan.

"Karena air baku perusahaan plat merah tersebut masih mengandalkan air Bengawan Solo yang diambil di Babat," kata Ali Mahfud.

Pohon Raksasa di Trawas Mojokerto Tumbang, Batang Pohon Timpa dan Tersangkut di Atap Jembatan

Peringati HSN, Puluhan Ribu Warga Sidoarjo Ramaikan Pawai santri Nusnatara 2019, Termasuk Polisi

Hantam Pikap Muatan Seng di Surabaya, Pengendara Motor Sidoarjo Tewas dengan Luka Gores di Leher

Dan pada awal November depan sudah berada di level terendah untuk ketersediaan bahan baku.

Informasi yang ia dapat dari Perum Jasa Tirta , juga didukung informasi perkembangan debit air Bengawan Solo setiap minggu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Apa solusi PDAM mengatasi masalah itu ? dengan kondisi debit yang semakin menipis, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi diantaranya, dengan pemasangan pompa penyedot air baku (pompa intake) di jembatan Babat, agar bisa mencapai bagian bengawan yang terdalam. Pompa apung (ponton) ini nantinya akan diletakkan di titik terendah supaya air baku masih tetap ada. Pompa ini akan dipindah ke lokasi yang masih berpotensi ada sumber. Kemudian ditambah kolaran (pipa hisap).

Pipa ini akan dimasukkan hingga kedalaman 22 meter. Biasanya hanya 15-17 meter. "Selain itu sumur pengumpul juga diaktifkan untuk memaksimalkan ketersediaan air baku." ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved