Mau Cari Pelarisan Malah Digerayangi Dukun, Gadis di Tulungagung Ini Lapor Polisi

PI yang trauma kemudian melaporkan TR ke Polres Tulungagung. Informasi yang didapat di lapangan menyebutkan, awalnya kerabat PI dengan inisial KY (56)

Mau Cari Pelarisan Malah Digerayangi Dukun, Gadis di Tulungagung Ini Lapor Polisi
net
Ilustrasi pelecehan seksual 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Niat hati ingin mencari pelarisan, seorang perempuan, PI (22) malah menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang paranormal dengan inisial TR.

PI yang trauma kemudian melaporkan TR ke Polres Tulungagung. Informasi yang didapat di lapangan menyebutkan, awalnya kerabat PI dengan inisial KY (56) yang ingin mencari “syarat”.

KY ingin usaha jual beli yang dijalaninya bisa laris manis. Pilihannya jatuh pada TR, seorang warga Kecamatan Boyolangu yang selama ini dikenal sebagai paranormal.

KY kemudian datang ke rumah TR dengan diantar PI. Namun sesampainya di rumah TR, “orang pintar” ini mengatakan, bahwa yang bisa mebuat dagangan laris adalah PI.

PI kemudian diajak masuk ke kamar, sementara KY menunggu di ruang tamu.

Sesampai di kamar TR meminta PI meminum air putih.

Tumpeng 7 Meter Hiasi Syukuran Relawan Jokowi-Maruf Amin di Surabaya, Sebut Kini Pro Indonesia Maju

Pulang Nongkrong, Empat ABG Jadi Korban Begal di Kalianak Surabaya

Setelah itu bagian perut, kedua tangan, leher belakang diolesi dengan minyak wangi, kemudian TR meniup perut PI.

Saat meniup perut itulah TR memegang bagian vital PI. PI sontak menampik tangan TR dan menolak syarat yang diajukan TR selanjutnya. PI yang geram melaporkan TR ke polisi.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Kanit PPA, Ipda Retno Pujiarsih membenarkan laporan dari PI.

Menurut Retno, pihaknya belum bisa memberi keterangan karena masih melakukan penyelidikan.

“Laporan baru kami terima, saksi-saksi serta korban baru kami mintai keterangan,” ujar Retno kepada Tribunjatim.com, Minggu (20/10/2019).

Jika saksi-saksi sudah cukup, akan dilanjutkan dengan pemanggilan terlapor. Setelah itu baru akan dilakukan gelar perkara, untuk memutuskan apakah ada unsur pidana yang terpenuhi atau tidak.

“Masih banyak tahapan yang harus terpenuhi, sebelum memastikan adanya unsur pidana,” pungkas Retno. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved