Terancam Penjara Seumur Hidup, Pemutilasi di Pasar Besar Kota Malang Tak Mau Pakai Pengacara

Sugeng Santoso, Terdakwa kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Malang pada Senin (21/10/2019)

Terancam Penjara Seumur Hidup, Pemutilasi di Pasar Besar Kota Malang Tak Mau Pakai Pengacara
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Sugeng Santoso, Terdakwa kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang sebelum memasuki ruang persidangan di PN Kota Malang. pada Senin (21/10/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sugeng Santoso, Terdakwa kasus mutilasi di Pasar Besar Kota Malang menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Malang pada Senin (21/10/2019).

Sugeng didakwa melakukan pembunuhan dan mutilasi terhadap seorang wanita yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

Tim JPU dari Kejaksaan Negeri Kota Malang yang terdiri dari Wanto Hariyono dan Slamet Ridwan membacakan tuntutan secara bergantian.

Mereka mendakwa Sugeng melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Dalam pasal itu, Sugeng terancam terima hukuman seumur hidup.

(Tersangka Kasus Mutilasi Wanita di Pasar Besar Malang Siap Diadili, Sugeng Terancam Hukuman Mati)

“Terdakwa melakukan pembunuhan kepada korban. Terdakwa kemudian memotong tubuh korban menjadi enam bagian,” kata JPU Wanto saat persidangan, Senin (21/10/2019).

Setelah selesai mendengarkan dakwaan jaksa, Sugeng hanya terdiam.

Pria asal Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu bahkan sempat tidak ingin didampingi siapapun untuk pembelaan kasusnya.

“Saya tidak ingin didamping,” kata dia.

Hakim ketua, Dina Pelita Asmara kemudian memberikan pemahaman kepada Sugeng.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved