Dua EWS Longsor Siap Fungsi Jelang Musim Penghujan di Trenggalek

dua titik Early Warning System (EWS) pendeteksi longsor di Kabupaten Trenggalek siap fungsi menjelang musim penghujan tahun ini.

Dua  EWS Longsor Siap Fungsi Jelang Musim Penghujan di Trenggalek
SURYA.CO.ID/AFLAHUL ABIDIN
Jalan Nasional KM 16 penghubung Trenggalek-Ponorogo menjadi salah satu titik rawan kecelaksaan hasil pemetaan Dishub Trenggalek, Minggu (2/5/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Sebanyak dua titik Early Warning System (EWS) pendeteksi longsor di Kabupaten Trenggalek siap fungsi menjelang musim penghujan tahun ini.

EWS itu sebelumnya rusak, lalu diperbaiki sekitar dua bulan lalu. Saat ini, EWS dipastikan berfungsi sebagaimana mestinya.
Dua EWS itu berada di Desa Depok, Kecamatan Bendungan dan Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek.

Sebenarnya, Kabupaten Trenggalek punya empat EWS pendeteksi longsor. Namun, EWS yang dipasang di dua tempat tidak berfungsi.

"Dua EWS yang rusak ada di Desa Sumberdadi (Kecamatan Trenggalek) dan Pucanganak (Kecamatan Tugu)," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Pipit Tri Puspitasari kepada Tribunjatim.com, Senin (21/10/2019).

Dua EWS yang saat ini befungsi merupakan aset Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
Alat di Dawuhan dipasang sejak 2014 dan sempat rusak sampai akhirnya diperbaiki. Sementara EWS di Depok sebelumnya rusak dan akhirnya dipasang baru tahun ini.

VIRAL Wanita Mutilasi Teman Kos Gara-gara Kucing Kesayangan Dibunuh, Mayat Ditemukan Pejalan Kaki

Dikalahkan China di Laga Uji Coba Kedua, Pelatih Timnas U-19 Indonesia Kantongi Peta Kekuatan Tim

Pergi Merantau, Al Ghazali Dinasihati Neneknya, Soal Jasa Irwan Mussry hingga Tak Lihat Masa Lalu

Menurut Pipit, keberadaan EWS penting untuk mengantisipasi longsor di Trenggalek.

Di kabupaten yang dikeliling gunung tersebut, kerawanan longsor ada di semua kecamatan. Hal itu berdasarkan kejadian longsor dari tahun ke tahun.

Dua EWS itu akan bertungsi ketika ada gerakan tanah di titik yang dipasang alat. Jika sirine berbunyi, masyarakat sekitar diimbau untuk waspada dan menyiapkan diri karena terjadi potensi longsor.

Selain EWS longsor, di Trenggalek juga ada tujuh EWS pendeteksi banjir yang terpasang di daerah sekitar aliran sungai Ngasinan, Bagong, dan Tawing.

Dari jumlah itu, dua EWS dalam kondisi rusak. EWS banjir yang berfungsi berada satu unit di Kelutan, satu unit di Tamanan, dua unit di Ngares, dan satu unit di Bendorejo.

Keberadaan EWS pendeteksi banjir ini juga penting untuk kesigapan warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai saat musim penghujan.

"EWS itu untuk mengingatkan. Penting atau tidaknya, dari masyarakat masing-masing. Tapi secara umum, alat ini perlu. Terutama di titik-titik rawan," ungkap Pipit kepada Tribunjatim.com. (Aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved