Kurang Inovasi, Dewan Sebut Kabupaten Gresik Belum Smart City

Kabupaten Gresik sebagai Smart City ternyata dianggap sebagai slogan saja. Anggota Komisi IV DPRD Gresik mendesak organisasi perangkat daerah (OPD)

Kurang Inovasi, Dewan Sebut Kabupaten Gresik Belum Smart City
SURYA/SUGIYONO
PENDIDIKAN – Anggota DPRD Gresik saat rapat membahas tentang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Jumat (30/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kabupaten Gresik sebagai Smart City ternyata dianggap sebagai slogan saja. Anggota Komisi IV DPRD Gresik mendesak organisasi perangkat daerah (OPD) segera melakukan inovasi dalam hal pelayanan.

Padahal, Kabupaten Gresik pernah terpilih bersama 25 kabupaten/kota lain se-Indonesia di tahun 2017 silam. Kenyataannya, tak ada bukti konkrit kalau Gresik merupakan smart city.

Anggota Komisi IV DPRD Gresik, M Nasir Cholil menuturkan layanan berbasis inovasi di Gresik masih belum maksimal. Bahkan bisa dibilang kalah dari daerah lain.

Pria yang selalu menggunakan peci hitam ini membandingkan pelayanan di Gresik dengan di Surakarta saat melakukan kunjungan kerja.

"Disana langsung terkoneksi, contohnya ketika ada salah satu warga yang meninggal dunia, maka secara otomatis datanya terhapus dari data kependudukan tanpa perlu pihak kelaurganya mengurus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) setempat,” ujarnya di kantor DPRD Gresik, Senin (21/10/2019).

Bahkan, lurahnya datang langsung mengunjungi dan ikut takziah ke keluarganya sembari menyerahkan santunan kematian beserta perubahan kartu keluarga (KK) dan akta kematian.

Pencarian Jenazah Nelayan Pamekasan yang Hilang Saat Melaut Belum Ditemukan Hingga Hari Ini

Serius Maju Pilwali Surabaya 2020, Gus Hans Sebut Jalin Komunikasi dengan Tiga Partai Politik

"Itu baru terkoneksi. Keluarganya juga tidak perlu kesana-kesini mengurus berkas," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Politisi Partai Nasdem ini menambahkan bagi ibu yang melahirkan, selain mendapat jaminan persalinan (jampersal) yang ditanggung oleh pemerintah, mereka juga tak perlu repot dengan urusan administrasi.

"Setelah lahiran dari rumah sakit, pulang gendong sambil membawa akta. Sudah tercatat dan terkoneksi itu yang penting," paparnya.

Malam hari saat jam belajar. Juga diterapkan gerakan mematikan TV untuk belajar. TV dirumah benar-benar dimatikan saat jam belajar. Bahkan ada penjaga di kampung yang mengawasi.

"Seluruh rumah di jam-jam tertentu harus mematikan TV supaya anaknya bisa belajar di rumah," tegasnya.

Nasir menegaskan, Dispendukcapil, Dinsos, Dispendik dan Bagian Kesra harus bersinergi. Dalam waktu dekat Komisi IV DPRD Gresik mengusulkan untuk memanggil membahas hal ini. Supaya ada inovasi dalam memberikan pelayanan.

"Harusnya di Gresik ya lebih dari bisa. Selama ada kemauan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Apalagi, Kabupaten Gresik mengklaim sebagai smart city," tegasnya. (wilTribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved