Ditangkap Gara-gara Pulang dari Taiwan Bawa Pistol, Wiluyo Terancam Gagal Nikah di Blitar

Wiluyo (41) warga Ngumbul, Purworejo, Jawa Tengah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat berangkat ke Blitar untuk temui calon istri

Ditangkap Gara-gara Pulang dari Taiwan Bawa Pistol, Wiluyo Terancam Gagal Nikah di Blitar
SURYA/Firman Rachmanudin
Wiluyo (bertopeng), TKI asal Purworejo yang dideportasi dari Taiwan, dan ditahan Polres Pelabuhan Tanjung Perak akibat kedapatan membawa senjata api pada Selasa (22/10/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wiluyo (41) warga Ngumbul, Purworejo, Jawa Tengah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat berangkat ke Blitar untuk temui calon istrinya.

Ia harus berurusan dengan hukum lantaran ketahuan membawa senjata api pabrikan aktif, ketika pulang ke Indonesia sesuai dideportasi oleh Taiwan saat bekerja sebagai TKI.

Padahal, Wiluyo seharusnya akan menikah pada November nanti, dengan kekasih asal Blitar.

"Saya mau menikah bulan depan," kata Wiluyo.

(TKI Taiwan yang Dideportasi Ini Kedapatan Pulang Bawa Senjata Api, Ngaku Kenang-kenangan)

Pria 41 tahun itu ditangkap Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (22/10/2019) malam di Blitar, tempat calon istrinya.

Penangkapan itu menyusul seusai polisi mendapat informasi adanya kiriman paket berisi sepucuk senjata api jenis pistol di sebuah gudang ekspedisi Jalan Kalianak Surabaya.

"Kami lacak pemilik paket dan menemukan tersangka berinisial WL ini,"kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (22/10/2019).

Wiluyo terancam hukuman 12 tahun penjara karena melanggar pasal 1 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951.

(Dideportasi Taiwan, TKI Purworejo ini Ditangkap Polisi Saat Temui Calon Istri, Bawa Pistol)

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved