Reaksi Wali Kota Sutiaji atas Tingginya Angka Kemiskinan di Malang : Akurasi Database Diperjelas

Reaksi Wali Kota Sutiaji atas Tingginya Angka Kemiskinan di Malang : Akurasi Database Diperjelas.

Reaksi Wali Kota Sutiaji atas Tingginya Angka Kemiskinan di Malang : Akurasi Database Diperjelas
SURYA/RIFKY EDGAR
bersama Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dalam kegiatan Rakor Daerah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), di Balaikota Malang, Selasa (22/10). 

Reaksi Wali Kota Sutiaji atas Tingginya Angka Kemiskinan di Malang : Akurasi Database Diperjelas

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tingginya angka kemiskinan di Kota Malang yang mencapai 35 ribu jiwa membuat Pemkot Malang terus berupaya dalam mengentaskan kemiskinan.

Angka tersebut mencapai 40 persen, dari jumlah total penduduk Kota Malang yang lebih dari 900 ribu jiwa.

Hal itu diucapkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji usai melakukan Rakor Daerah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Selasa (22/10).

Baru Diperbaiki, Portal Jembatan Muharto Kota Malang Ditabrak Lagi, Pelaku Kabur Setelah Diteriaki

Gegara Nyalakan Kompor, Rumah Produksi Kerupuk di Malang Terbakar, PMK Hanya 7 Menit Padamkan Api

Rayakan Hari Santri Nasional, Pemkot Malang Gelar Bazar Wisata Halal Sajikan Olahan Produk UMKM

"Akurasi database harus diperjelas. Karena saat ini banyak tumpang tindih yang menjalankan program pengentasan kemiskinan," ucapnya.

Sutiaji menyampaikan, sebenarnya banyak dari OPD di lingkungan Pemkot Malang yang telah membantu dalam pengentasan kemiskinan.

Hanya saja, program tersebut tidak dijalankan secara maksimal.

Sehingga banyak bermunculan pengangguran terampil yang tidak menjadi pekerja.

"Banyak pelatihan, tapi setelah dilatih banyak menjadi pengangguran terampil. Ini yang harus dicari solusinya agar jadi pekerja," ucapnya.

Untuk itu, Sutiaji mendorong masyarakat yang telah memiliki skill dan jiwa enterpreneurship agar mendapatkan pekerjaan.

Halaman
12
Penulis: Rifki Edgar
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved