TKI Taiwan yang Dideportasi Ini Kedapatan Pulang Bawa Senjata Api, Ngaku 'Kenang-kenangan'

Wiluyo (41) warga Ngumbul, Purworejo, Jawa Tengah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat berangkat ke Blitar temui calon istrinya

SURYA/Firman Rachmanudin
Wiluyo (bertopeng), TKI asal Purworejo yang dideportasi dari Taiwan, dan ditahan Polres Pelabuhan Tanjung Perak akibat kedapatan membawa senjata api pada Selasa (22/10/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wiluyo (41) warga Ngumbul, Purworejo, Jawa Tengah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat berangkat ke Blitar untuk temui calon istrinya.

Ia harus berurusan dengan hukum lantaran ketahuan membawa senjata api pabrikan aktif, ketika pulang ke Indonesia sesuai dideportasi oleh Taiwan saat bekerja sebagai TKI.

Pistol tanpa magazen itu dia kirim dari Taiwan tempat ia bekerja sebagai pendaur ulang sampah di sebuah apartemen negera tersebut.

Saat ditangkap, Wiluyo mengaku jika tak ada maksud lain selain ingin membawa kenang-kenangan dari tempat ia bekerja.

(Dideportasi Taiwan, TKI Purworejo ini Ditangkap Polisi Saat Temui Calon Istri, Bawa Pistol)

Wiluyo juga menyebut, pistol itu ditemukannya saat memilah sampah di apartemen tempat ia bekerja.

"Itu saya temukan di tong sampah. Terus saya ijin sama atasan saya untuk menyimpan pistol itu. Lalu pas pulang saya kirim, mau saya buat kenang-kenangan," kata Wiluyo dihadapan wartawan,Selasa (22/10/2019).

Gara-gara pistol itu, Wiluyo terpaksa mendekam ditahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sebelumnya, Wiluyo yang sejak tahun 2006 bekerja sebagai TKI di Taiwan itu dideprotasi lantaran ijin tinggalnya sudah kadaluarsa.

Mengetahui akan dipulangkan, Wiluyo mengemasi seluruh barangnya dan di paketkan melalui jalur laut menuju rumahnya di Purworejo.

(Program TKI Gratis Tak Diminati Masyarakat Sampang, Disebut Diskumnaker Mayoritas Pilih Jalur Ilegal)

Hingga Senin, (21/10/2019) salah satu paket kardus besar milik Wiluyo terdidentifikasi x-ray bea cukai menyimpan pistol di dalam lipatan pakaian.

Alhasil, pistol yang hendak dijadikan kenang-kenangan itu malah membawanya ke balik jeruji besi.

"Saya juga tidak tahu. Itu pistol beneran atau mainan. Cuma saya niatnya memang untuk kenang-kenangan saja," tandasnya.

(Ratusan TKI di Pamekasan Enggan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Mulai Intens Sosialisasi ke Desa)

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved