3 Faktor Anak-anak Gabung Geng Tawuran, Psikiater RSUD Dr Soetomo: Kelompok Pertemanan Itu Wajar

Fenomena kenakalan remaja berupa tawuran antar geng menjadi problem yang baru-baru ini terjadi di Surabaya.

3 Faktor Anak-anak Gabung Geng Tawuran, Psikiater RSUD Dr Soetomo: Kelompok Pertemanan Itu Wajar
SURYA/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Psikiater anak dan remaja RSUD Dr Soetomo, Dr dr Yunias Setiawati SpKj 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Fenomena kenakalan remaja berupa tawuran antar geng menjadi problem yang baru-baru ini terjadi di Surabaya.

Selain rencana saling menyerang, perselisihan antara kedua geng, yakni Geng Jawara Kampung dan geng All Star tersebut juga diwarnai dengan penyekapan dan penganiayaan.

Meski sejumlah remaja dan anak sudah diamankan Polrestabes Surabaya hingga dimediasi Pemkot Surabaya, ternyata perselisihan antara kedua kubu masih belum tuntas padam.

Melihat hal ini, Dr dr Yunias Setiawati SpKJ (K), Ketua Poliklinik Jiwa RSUD Dr Soetomo sekaligus psikiater anak dan remaja, pun memberikan tanggapan.

(Risma Sebut Fenomena Geng Remaja di Surabaya Bukan Persoalan Biasa, Ada Oknum Mengintimidasi)

Menurut Dokter Yunias, tingkah laku berkelompok atau membuat geng pada usia remaja, terlebih lagi remaja awal, wajar terjadi.

"Melalui membentuk geng, mereka bisa merasa nyaman dan diakui. Mereka akan bangga, apalagi jika dipilih sebagai ketua geng," ucap Dokter Yunias.

"Namun, tidak semua geng remaja mengarah kepada tindak kekerasan atau kriminalitas," tambahnya

Menurut dokter Yunias, geng atau kelompok pertemanan bisa membawa hal positif bilai diarahkan dengan baik.

Yang menjadi masalah, apabila mereka tidak mendapat arahan secara baik. Kelompok pertemanan alias geng bisa menimbulkanmasalah.

Tiga Faktor Utama Remaja Terlibat Geng Negatif

Halaman
123
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved