Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik di PT Pelni, Terdakwa Marita: Saya Ingin Bersihkan Nama PT Pelni

Jaksa Penuntut UMUM menganggap terdakwa Marita Sari terbukti mencemarkan nama baik pegawai PT Pelni melalui sarana elektronik.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Marita Sari saat jalani sidang dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap pegawai PT Pelni di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (23/10/2019).  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah dituntut penjara selama dua tahun oleh jaksa, terdakwa Marita Sari ajukan pembelaan terhadap majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya

Secara lisan, Marita mengajukan pembelaannya perihal kasus dugaan pelanggaran UU ITE lantaran dianggap mencemarkan nama baik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) ini.

Dalam pembelaannya, warga Kebomas Gresik ini mengaku bingung dengan kasus hukum yang dialaminya.

Ia menyebut, bahwa pembuatan video yang diunggah ke media sosial hingga viral tersebut tidak bermaksud mencemarkan nama baik PT Pelni.

(Wanita Surabaya Dituntut Bui 2 Tahun Gegara Vlog Ancaman ke Pegawai PT Pelni: Saya Tak Takut Dihukum)

"Malah saya ingin membersihkan Pelni supaya tidak dirusak," kata Marita saat mengajukan pembelaan di ruang sidang tirta 2, Rabu (23/10/2019).

Menurut Marita, Video tersebut sengaja dibuat sebagai bentuk pembelaan diri atas tudingan skandal perselingkuhannya dengan Ketua Serikat Pekerja PT Pelni

"Saya diisukan tidur dengan Ketua Serikat Pekerja PT Pelni. Tudingan itu sempat membuat rumah tangga saya tidak harmonis," ucap Marita.

"Padahal saat itu saya mendapat tugas untuk menghimpun massa menghadap ke istana. Dan saya bela diri di sini," pungkasnya.

Selain Marita, tim Penasehat Hukumnya juga mengajukan pembelaan secara tertulis yang intinya meminta agar kliennya dibebaskan dari jeratan hukum.

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved