Tujuh Tokoh Jatim Masuk Kabinet Indonesia Maju, Ini Komentar Khofifah

Sebagaimana dikatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (23/10/2019),tiga komandan istana hari ini dijabat oleh tokoh asal Jawa Timur

Tujuh Tokoh Jatim Masuk Kabinet Indonesia Maju, Ini Komentar Khofifah
ISTIMEWA
Para menteri Kabinet Indonesia Maju atau Kabinet Kerja Jilid II diperkenalkan kepada media di depan kompleks Istana Negara Jakarta, menjelang pelantikan Rabu (23/10/2019) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Masuknya sejumlah tokoh asal Jawa Timur di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin patut membuat warga Jawa Timur bangga.

Sebagaimana dikatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (23/10/2019), tiga komandan istana hari ini dijabat oleh tokoh asal Jawa Timur.

"Komandan komandan istana di kabinet Indonesia Maju ternyata dari Jawa Timur. Kebetulan tiga pos strategis di istana tetap orang Jawa Timur. Di situ ada Pak Praktik dari Bojonegoro, Pak Pramono Anung dari Kediri dan Pak Moeldoko dari Kediri lagi," kata Khofifah.

Sebagaimana diketahui Pratikno, baru saja dilantik sebagai Mensesneg Kabinet Indonesia Maju. Sedangkan Pramono Anung di periode dua Presiden Jokowi kembali menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, dan Jenderal Purn Moeldoko menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Ketiga tokoh asal Jawa Timur tersebut resmi dilantik oleh Presiden Jokowi siang ini bersama menteri lain di Kabinet Indonesia Maju.

Nama-nama yang Tak Jadi Menteri Lagi di Kabinet Jokowi Jilid 2, Susi Pudjiastuti Ucapkan Selamat

Jagonya Menang di Pilkades Mojokerto, Pendukung Cukur Gundul Rambut Bentuk Angka 4

"Tentu kita berharap sinergitas antara mereka dengan daerah asal mereka yaitu Jawa Timur, bisa nyambung," kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Sebab ada banyak kebutuhan di Jawa Timur yang masih membutuhkan bantuan termasuk pemerintah pusat. Seperti salah satunya kebutuhan infrastruktur dasar berbasis rumah tangga.

"Misalnya saya ingin jambanisasi bisa terukur betul. Hari ini masih 34 persen warga Jawa Timur yang jambannya belum berbasis rumah tangga kita menghitung berapa APBD kita bisa, mungkin bisa APBN berapa," kata Khofifah.

Termasuk masalah elektrifikasi yang dibutuhkan Jawa Timur menurutnya juga masih butuh dukungan dari pemerintah pusat. Sehingga dengan banyaknya tokoh Jawa Timur yang masuk kabinet, diharapkan bisa banyak membantu.

"Komandan istana itu bahasanya Pak Jokowi sebenarnya. Beliau sampaikan tiga-tiganya masih Jawa Timur. Tiga pos penguasa istana itu titik strategis dan tiga-tiganya orang Jawa Timur," tegas Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved