Breaking News:

Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Mantan Dirut PT DOK dan DPS, Kejari Surabaya Yakin Akan Dikabulkan

Kejaksaan mengajukan kasasi atas vonis bebas yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor Surabaya terhadap Mantan Dirut PT Dok dan Perkapalan Surabaya

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Surya/samsul Arifin
Kasi Pidsus Kejari Surabaya Heru Kamarullah. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kejaksaan mengajukan kasasi atas vonis bebas yang dijatuhkan hakim Pengadilan Tipikor Surabaya terhadap Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Riry Syeried Jetta.

Riry Syeried Jetta dinyatakan bebas dari dugaan korupsi pengadaan kapal 'bekas'.

Kasi Pidsus Kejari Surabaya, Heru Kamarullah menyebut, Memori kasasi akan diserahkan sebelum batas waktu yang ditentukan oleh Undang-Undang yaitu selama 14 hari. 

"Akan tetapi kami usahakan sebelum waktu tersebut sudah kami serahkan ke Pengadilan, karena kami juga sudah menerima salinan putusan bebasnya," ucap Heru  Jumat, (25/10/2019). 

(Mantan Dirut PT DOK DPS Dibebaskan Hakim dari Dugaan Korupsi, Kejaksaan Ajukan Kasasi)

"Sehingga bisa cepat menyusun memori kasasinya ,karena sudah tau kontruksi hukum dari pertimbangan putusan bebas itu," tambahnya.

Heru meyakini bahwa Mahkamah Agung akan mengabulkan permohonan kasasinya itu. 

"Kami yakin sekali (kasasi) akan dikabulkan," ungkapnya. 

Untuk diketahui, Riry Syeried Jetta divonis bebas meski jaksa menuntut hukuman 12 tahun penjara atas dugaan korupsi pengadaan kapal floating dock crane senilai Rp 63 miliar. 

Putusan tersebut dibacakan langsung oleh ketua majelis hakim Dede Suryaman di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya, Jalan Raya Juanda. 

(Mantan Dirut PT Dok dan DPS Divonis Bebas, Ini Tanggapan Kejati Jatim)

Sebelumnya, kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur (Jatim), Sunarta membeberkan adanya dugaan korupsi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) senilai Rp100 miliar.

PT DPS disebut menjadi perusahaan yang menyediakan kapal senilai Rp 100 Mmelalui proses lelang.

Kapal yang sudah dibayar Rp 60 Miliar itu diketahui merupakan kapal bekas.

Kapal didatangkan dari negara di Eropa, namun saat dibawa ke Indonesia, kapal tersebut tenggelam di tengah jalan.

Dari sini kemudian muncul dugaan bahwa, ada spesifikasi yang salah dalam pengadaan kapal tersebut.

(Dugaan Pengadaan Kapal Bekas PT Dok dan DPS, 5 Saksi Kembalikan Uang 6300 Dolar US)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved