Breaking News:

Santri di Jombang Diduga Dianiaya Oknum Keamanan Pondok, Ortu Lapor Polisi

Seorang santri, inisial MR (13), yang juga siswa SMP di Pondok Pesantren (Ponpes), Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang,

Santri di Jombang Diduga Dianiaya Oknum Keamanan Pondok, Ortu Lapor Polisi
istimewa
Ilustrasi penganiayaan

"Dia menghubungi saya dua hari setelah kejadian. Dia pinjam HP (handphone) temannya, lalu bilang sakit deman tinggi, minta dijemput. Setelah saya jemput dan saya desak, dia mengaku dihajar pihak keamanan pondok," ujar Suwarno kepada Tribunjatim.com, Jumat (25/10/2019).

Suwarno menceritakan, sebelum kejadian, anaknya mengaku sempat pinjam uang kepada salah satu temannya.

Saat itu, anaknya (MR) berjanji mengembalikan uang tersebut saat orang tuanya datang menjengkuknya.

"Tapi saat uang mau dikembalikan, anak saya tidak bertemu dengan anak yang dipinjami itu. Karenanya uang dititipkan ke piket keamanan Kamis siang. Tapi tiba-tiba malamnya (Jumat dini hari) anak saya didatangi pelaku langsung dipukuli," terangnya.

Pihak orang tua korban berharap, kasus ini segera diproses sesuai hukum yang berlaku oleh polisi.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap santri yang pelajar SMP di lingkungan Ponpes Pesantren Tabiyatun-Nasyi'in Paculgowang ini.

AKP Azi Pratas mengaku pihaknya sudah memeriksa dua orang. Yakni korban dan seorang saksi. Polisi juga masih menunggu hasil visum terhadap dugaan penganiayaan ini.

"Sudah dua orang kami periksa. Dari korban dan satu saksi. Kami akan periksa satu saksi, kemudian baru periksa terlapor. Untuk penetapan tersangka, kami masih tunggu hasil visum," terang Azi Pratas kepada surya.co.id.(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved